Analisis Gizi Limbah Ampas Kedelai Sebagai Tepung Subtitusi Mie untuk Menunjang Sumber Belajar Mata Kuliah Biokimia

  • Anggi Dwi Putri Pendidikan Biologi FMIPA IKIP PGRI Jember
  • Fatimatuz Zuhro Pendidikan Biologi FMIPA IKIP PGRI Jember
  • Ismul Mauludin Al Habib Pendidikan Biologi FMIPA IKIP PGRI Jember

Abstract

Research this aim to know nutritional proximate analysis of okara noodle products that have the potential to add protein values and dietary fiber to noodles and whether this research can be used as a source of biochemistry learning resources. The initial stage of this research is the flouring okara followed by making wet noodle okara and analyze the nutritional content characterized by the high content of fiber and protein than wheat flour. The results showed that the nutritional value of wet noodles with okara flour substitution had 6.7 percent protein, ash 0.27 percent, water 66 percent, carbohydrate 26 percent, fat 0.5 percent, and fiber 2.4 percent. The content of okara noodle fiber is able to meet the sufficiency of fiber consumption recommended by United States Department of Agriculture (USDA) amount 25 to 30g for a day . Substitution of okara flour can significantly increase the value of protein and dietary fiber in wet noodles. Data of research result from nutrient analysis of okara noodles using proksimat method can also be used as supporting source of biochemistry course study

Keywords : proximate test, noodles, waste, learning resources

References

Depkes. (2008). Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Kegemukan Akibat Kurang Serat. (ID): Depkes. Jakarta

Hulopi, F. (2014). Pemanfaatan Ampas Susu Kedelai sebagai Tepung Subtitusi dalam Pengolahan Kerupuk. Tugas Akhir. Universitas Negeri Gorontalo.

Kusharto, C. M. (2006). Serat Makanan dan Peranannya bagi Kesehatan; Jurnal Gizi dan Pangan, Institut Pertanian Bogor Vol. 1, No 2, hh. 45 – 54.

Luthfia, A. (2012). Kadar Serat, Aktivitas Antioksidan, Amilosa dan Uji Kesukaan Mi Basah dengan Subtitusi Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas var Ayamurasaki) Bagi Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Skripsi. Universitas Diponerogo. Semarang.

Lestari, L.A., Nisa, F.Z., dan Sudarmanto. (2013). Modul Tutorial Analisis Zat Gizi. Fakultas Kedokteran. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Makaryani R Y. (2013). Hubungan konsumsi serat pangan dengan kejadian overweight pada remaja putri SMA Batik 1 Surakarta. Naskah Publikasi. Program Studi Gizi D3- Fakultas Ilmu Kesehatan. Surakarta (ID): Universitas Muhammadiyah.

Novalina, Y. (2013). Pengaruh Penambahan Tepung Terigu Terhadap Daya Terima, Kadar Karbohidrat dan Kadar Serat Kue Prol Bonggol Pisang. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Jember.

Rahmawati, N. (2016). Peningkatan Nilai Gizi Mie Basah dengan Penambahan Tepung Kedelai dan Umbi Bit Merah (Beta vulgaris L. Var rubra L) Menggunakan Program Linier. Artikel. Universitas Pasundan Bandung.

Riskesdas. Riset Kesehatan Dasar. (2013). Laporan Nasional. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Departemen Kesehatan, Republik Indonesia.

Sudjana, N dan Rivai, A. (2009). Tehnologi Pengajaran. Sinar Baru. Bandung.

Yustina, I., dan Abadi, F. (2012). Potensi Tepung dari Ampas Industri Pengolahan Kedelai sebagai Bahan Pangan. Seminar Nasional Kedaulatan Pangan dan Energi. Universitas Trunojoyo Madura.
Published
2018-06-18
How to Cite
Putri, A., Zuhro, F., & Al Habib, I. (2018). Analisis Gizi Limbah Ampas Kedelai Sebagai Tepung Subtitusi Mie untuk Menunjang Sumber Belajar Mata Kuliah Biokimia. BIOEDUSAINS: Jurnal Pendidikan Biologi Dan Sains, 1(1), 11-22. https://doi.org/https://doi.org/10.31539/bioedusains.v1i1.249