PERBEDAAN EFEKTIVITAS SENAM OTAK TERHADAP PENINGKATAN FUNGSI KOGNITIF ANTARA LANSIA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN

  • Fatsiwi Nunik Andari Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • M Amin Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Yeta Fitriani Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Abstract

The purpose of this study was to determine differences in cognitive function between men and women of elderly after being given brain gym intervention in patients with cognitive impairment. This research used experiment method, using Quasi experiment design with pre and posttest design. Instrument used The Short Portable Mental Status Questionnaire (SPMSQ). The elderly group of men and women were given a 30- minute brain gym intervention, performed 3 times a week for 2 weeks. The results showed that there was a difference of cognitive function between men and women of elderly after giving brain exercise intervention with P value = 0,025. It can be concluded that there was a difference in the effectiveness of brain gym on improving cognitive function between men and women of elderly. Brain gym is more effective for improving cognitive function in elderly men.

Keywords : Brain Gym, Cognitive Function, Elderly

References

Agoes, dkk. (2016). Pengaruh Terapi Latihan Otak (Brain Age) Terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif pada Lansia. MNJ , Vol.02, No.02, Juli 2016.

Anggriyana dan Atikah. (2010). SEnam Kesehatan. Yogyakarta : Nuha Medica.

Azizah. (2011). Keperawatan Lanjut Usia. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Bandiyah, S. (2009). Lanjut Usia dan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta : Nuha Medika.

Baert, V., Gorus, E., Mets, T., Geerts, C., & Bautmans, I. (2011). Motivators and barriers for physical activity in older old: a systematic review. Ageing Research, 10. 464–476. doi: 10.1016/j.arr.2011.04.001, diakses dari http:// www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21570493, pada tanggal 3 Februari 2018.

Dahlan, S. 2011. Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta : Salemba Medika.

Dennison, P., Gail, E. (2003). Buku Panduan Lengkap Brain Gym. Jakarta : Gramedia.

Desmita. (2010). Psikologi Perkembangan. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Gallo, J.J., Reichel, W. & Andersen, L.M. (2000). Buku Saku Gerontologi, edisi 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Guslinda, dkk. (2013). Pengaruh Senam Otak Terhadap Fungsi Kognitif pada Lansia dengan Demensia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Padang Pariaman Tahun 2013.

Izzaty, R. E dan Yulia, A. (2015). Psikologi Perkembangan Dewasa dan Lansia : Perkembangan Fisik dan Kognitif Masa Dewasa Awal.Universitas Negeri Yogyakarta.

Kaplan, H. I, Sadock, B. J, Grebb, J. A. (2010). Sinopsis Psikiatri Jilid 2. Terjemahan Widjaja Kusuma. Jakarta : Binarupa Aksara.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Populasi Lansia Diperkirakan Terus Meningkat Hingga Tahun 2020. Diakses dari http://www.depkes.go.id, pada tanggal 28 Januari 2018.

Lee, L.L., Arthur, A., & Avis, M. (2008). Using self-efficacy theory to develop interventions that help older oepole overcome psychological barriers to physical activity: a discussion paper. International Journal of Nursing Studies, 45, 1690–1699. doi: http://dx.doi.org/ 10.1016/j.ijnurstu.2008.02.012. diakses dari http:// www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18501359, pada tanggal 28 Januari 2018.

Maryam, R. S. (2011). Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta : Salemba Medika.

Maryati, dkk. (2013). Gambaran Fungsi Kognitif pada Lansia di UPT Panti Werdha Mojopahit. Jurnal Program Studi D-3 Keperawatan STIKES Pemkab Jombang.

Muzamil, dkk. (2014). Hubungan Antara Tingkat Aktivitas Fisik dengan Fungsi Kognitif pada Usila di Kelurahan Jati Kecamatan Padang Timur. Jurnal Kesehatan Andalas. 2014;3 (2)

Nugroho, Wahyudi. H. (2012). Keperawatan Gerontik & Geriatrik (Edisi 3). Jakarta :EGC.

Pascana, Y. A. (2011). Perbedaan Fungsi Kognitif Antara Lansia Insomnia dan Tidak Insomnia Di Panti Wredha Dharma Baktu Surakarta. Skripsi, diakses di http://digilib.uns.ac.id pada tanggal 3 Februari 2018.

Purwanto, dkk. (2009). Manfaat Senam Otak (Brain Gym) dalam Mengatasi Kecemasan dan Stres pada Anak Sekolah. Jurnal Kesehatan, ISSN 1979-7621, VOL.. 2, NO. 1, JUNI 2009 Hal 81-90.

Rosita. (2012). Hubungan Antara Fungsi Kognitif dengan Kemampuan Interaksi Sosial pada Lansia di Kelurahan Mandan Wilayah Kerja Puskesmas Sukoharjo.

Sauliyusta, M & Etty, R. (2016). Aktifitas Fisik Mempengaruhi Fungsi Kognitif Lansia. Jurnal Keperawatan Indonesia,volume 19 No.2, Juli 2016, pISSN 1410-4490, eISSN 2354-9203.

Saryono & Anggraeni, M, D. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Dalam Bidang Kesehatan. Yoyakarta : Nuha Medika.

Septianti, dkk. (2016). Pengaruh Senam Otak(brain gym) terhadap Tingkat Demensia pada Lansia. ISSN 2338¬4514 Jurnal Keperawatan Notokusumo VOL. IV, NO. 1, Agustus 2016

Setiawan, dkk. (2014). Pengaruh Senam Otak dengan Fungsi Kognitif Lansia Demensia di Panti Wredha Darma Bakti Kasih Surakarta.

Smeltzer, C. S. (2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah edisi 8. Jakarta : EGC.

Sularyo, T. S. dan Setyo, H. (2002). Senam Otak. Sari Pediatri volume 4 No,1, Juni 2002.

Suparmi. (2010). Studi Meta Analisa : Strategi Rehearsal Dan Memori Jangka Pendek. Jurnal Psikologi Volume 5 No.02 Agustus 2010 : 289-310.

Stanley, M. (2006). Perawatan pada Lansia. Jakarta: EGC.

Stanley, M. & Beare, P.G. (2007). Buku Ajar Keperawatan Gerontik (edisi 2). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
The U.S Departement of Health and Human Services. (2011). Physical activity and health older adults. Washington DC: Pennsylvania Avenue.

Wahyuniarti, A. 2012. Hubungan Antara Hipertensi Dengan Penurunan Fungsi Kognitif Pada Lansia Di Posyandu Lansia Kelurahan SumberSari Malang. Diakses dari http://eprints.umm.ac.id/ /29763/2/jiptummpp-gdl-anisawahyu-28578 pada tanggal 16 Juni 2018.

Wardana, M dan Kemil, W. (2017). Variasi Mengajar Guru Ditinjau Dari Perbedaan Gender. Diakses dari http://www.apra.umsida.ac.id pada tanggal 3 Februari 2018.

Yuliniarsi, E. (2014). Pengaruh Senam Vitalisasi Otak Terhadap Peningkatan Keseimbangan Dinamis pada Lanjut Usia.

Yusuf, dkk. (2010). Senam Otak Meningkatkan Fungsi Kognitif Lansia. Jurnal Ners Vol. 5 No. 1 April 2010: 79¬86.
Published
2018-08-17
How to Cite
Andari, F., Amin, M., & Fitriani, Y. (2018). PERBEDAAN EFEKTIVITAS SENAM OTAK TERHADAP PENINGKATAN FUNGSI KOGNITIF ANTARA LANSIA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN. Jurnal Keperawatan Silampari, 2(1), 154-168. https://doi.org/https://doi.org/10.31539/jks.v2i1.14