PERBEDAAN EFEKTIVITAS TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM DAN KOMPRES HANGAT DALAM PENURUNAN NYERI DYSMENORHEA

  • Arni Wianti Program Studi Keperawatan STIKES YPIB Majalengka
  • Maulida Miftahul Karimah Program Studi Keperawatan STIKES YPIB Majalengka

Abstract

The purpose of this study was to determine the differences in the effectiveness of breathing relaxation and warm compress techniques on the reduction of dysmenorrheal pain in Grade II and III nursing bachelor students of YPIB Health Science Institute Majalengka. This study used experimental method with non-equivalent control group approach. The subjects were Grade II and III nursing bachelor students of YPIB Health Science Institute Majalengka in April-May 2017. The number of samples was 20 respondents, divided into two treatment groups with duration 20 minutes each treatment. The sampling technique used accidental sampling. Data analysis techniques were univariate analysis with Mean test, and bivariate analysis with Mann-Whitney U test. The study results described that the group of deep breath obtained probability value ρ of 0.002 <(0.05), while the warm compress group obtained probability value ρ of 0,000 <(0.05). Bivariate analysis showed significant difference in dysmenorrheal pain intensity during breathing relaxation therapy and warm compress therapy. According to this study, female students are advised to use breathing relaxation technique and warm compress as the alternatives to the dysmenorrheal pain reduction.

Keywords: dysmenorrhea, breathing relaxation therapy, warm compress.

References

Abd Razak, A., Rowling, M., White, G. and Mason-Jones, R. (2016). Public Sector Supply Chain Management: A Triple Helix Approach To Aligning Innovative Environmental Initiatives. Foresight and STI guidance, 10 (1). pp. 43-52. ISSN 1995-459X Available from: http://eprints.uwe.ac.uk/28572

Anwar, Mochammad. (2011). Ilmu Kandungan Edisi ke 3. Jakarta : Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Amalia, Merly. (2015). Hubungan Kecemasan Dengan Kejadian Dismenorhoe Pada Mahasiswi Tingkat II DIII Kebidanan STIKes YPIB Majalengka Tahun 2015. Majalengka: STIKes YPIB Majalengka.

Arovah, Novita Intan. (2010). Dasar-dasar Fisioterapi pada Cedera Olahraga. Yogyakarta

Bobak, Lowdermilk, Jensen, (2004), Buku Ajar Keperawatan Maternitas / Maternity Nursing (Edisi 4), Alih Bahasa Maria A. Wijayati, Peter I. Anugerah, Jakarta : EGC.

Cakir M., Mungan I, Karakas T, Girisken I, Okten A. (2007). Menstrual Pattern and Common Menstrual Disordes Among University Students in Turkey. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18045301 diakses tanggal 8 Februari 2017.

Calis, K. A. (2009). Dysmenorrhea. Terdapat pada : http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31657/4/Chapter%20II.pdf Diakses pada tanggal 11 Februari 2017

Dahlan & Syahminan. 2016. Pengaruh Terapi Kompres Hangat Terhadap Nyeri Haid(Dismenorea) Pada Siswi Smk Perbankan Simpang HaruPadang. Padang: STIKes Ranah Minang Padang.

Departemen Kesehatan RI. (2000). Kesehatan Reproduksi Remaja ( KRR ). Jakarta : Departemen Kesehatan RI

El Manan. (2011). Kamus Pintar Kesehatan Wanita. Yogyakarta: Buku Biru.

Ernawati. (2010). Terapi Relaksasi Terhadap Nyeri Dismenore pada Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Semarang. Seminar Nasional Unimus, 106.

Fauziah, Yulia. (2012). Infertilitas dan Gangguan Alat Reproduksi Wanita. Yogyakarta: Nuha Medika.

Kozier, et al. (2010). Fundamental of Nursing : Concepts, Process and Practice. (7th Ed). New Jersey:Prenctice-Hall, Inc.

Laila, Nur Najmi. (2011). Buku Pintar Menstruasi. Yogyakarta: Buku Biru.

Mansyur. (2009). Psikologi Ibu dan Anak Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika

Marni, (2013). Perbedaan Antara Relaksasi Dan KompresTerhadap Penurunan Skala Nyeri Haid. Surakarta: Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Manuaba, IBG. (2009). Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan Dan Keluarga Berencana. Jakarta: EGC.

Marianti. (2018). Pengertian Menstruasi. https://www.alodokter.com/menstruasi diakses tanggal 9 Agustus 2018.

Marni. (2014). Perbedaan antara Relaksasi dan Kompres Terhadap Penurunan Skala Nyeri Haid. AKPER 17 Karanganyar, 1, 91–98. Retrieved from jurnal.akper17.ac.id/index.php/JK17/article/viewFile/10/14 diakses tanggal 6 Februari 2017

Morgan & Hamilton. (2009). Obstetri dan Ginekologi. Jakarta: EGC.

Muttaqin, A. (2011). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem Persyarafan. Jakarta: Salemba Medika.

Nugroho, T & Setiawan, A. (2010). Kesehatan Wanita, Gender & Permasalahannya. Yogyakarta: Nuha Medika.

Ns Padila, (2015). Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Yogyakarta: Nuha Medika

Ns Padila, (2012). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Yogyakarta: Nuha Medika

Oktasari. (2014). Perbandingan Efektivitas Kompres Hangat Dan Kompres Dingin Terhadap Penurunan DismenoreaPada Remaja Putri. Riau: Universitas Riau.

Prawirohardjo,S., (2008). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Priscilla. (2012). Perbedaan Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam dan Kompres Hangat dalam Menurunkan Dismenore PadaRemaja SMA Negeri 3 Padang. Padang: Universitas Andalas.

Polat A, Celik H, Gurates B, Kaya D, Nalbant M, Kavak E, Hanay F. (2009). Prevalence Of Primary Dysmenorrhea In Young Adult Female University Students.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18726608 diakses tanggal 8 Februari 2017.

Potter, P.A. & Perry, A.G. (2010). Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Edisi 7 Jilid #. Jakarta : EGC

Price, S.A. dan Wilson, L.M. (2006). Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. Edisi 6. Volume 1. Jakarta : EGC

Rahayuningrum. (2012). Perbedaan Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam dan Kompres Hangat Dalam Menurunkan Dismenore Pada Remaja SMA Negeri3 Padang. Padang: Universitas Andalas.

Reeder, (2011). Keperawatan Maternitas: Kesehatan Wanita, Bayi &Keluarga. Jakarta: EGC.

Savitri, Rahayu. (2015). Gambaran Skala Nyeri Haid Pada Usia Remaja. Bandung: STIKes Aisyiah Bandung.

Sari, (2013). Efektivitas Terapi Farmakologis dan Non-Farmakologis terhadap Nyeri Haid (Disminore) Pada Siswi Kelas Xi Di Sma Negeri 1 Pemangkat. Pontianak: Universitas Tanjung Pura.

Siahaan. (2012). Penurunan Tingkat Dismenore Pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Keperawatan Unpad Dengan Menggunakan Yoga. Bandung: Universitas Padjajaran.

Snyder. M., Lindquist. R, (2002). Complementary Alternative Therapies In Nursing. 4th Ed. New York : Springer Publishing Company, Inc.

Sulistyawati, L & Purwanti, R. (2013). Perbedaan Pengaruh Metode Kompres Hangat Dengan Aromaterapi Terhadap Penurunan Terhadap Penurunan Derajat Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri. Surabaya: Universitas Erlangga.

Tamsuri, A. (2007). Konsep dan Penatalaksanaan Nyeri. Jakarta : EGC

Widyatuti. (2008). Terapi Komplementer dalam Keperawatan. Depok. Universitas Indonesia.

Yasui, Yoshitsugu. (2009). A Brainware Signal Measurement And Data Processing Technique for Daily Life Application. Journal of Phyciological Anthropology. Tokyo: NTT Docomo.
Published
2018-11-12
How to Cite
Wianti, A., & Karimah, M. (2018). PERBEDAAN EFEKTIVITAS TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM DAN KOMPRES HANGAT DALAM PENURUNAN NYERI DYSMENORHEA. Jurnal Keperawatan Silampari, 2(1), 315-329. https://doi.org/https://doi.org/10.31539/jks.v2i1.342