Penentuan Harga Jual Batik Berdasarkan Harga Pokok Produksi Menggunakan Metode Variable Costing

  • Bela Anggardini Universitas Muhammadiyah Jember
  • Dwi Cahyono Universitas Muhammadiyah Jember
  • Achmad Syahfrudin Universitas Muhammadiyah Jember

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perhitungan antara harga pokok produksi perusahaan UD. Batik Redj’os selama ini dengan perhitungan menggunakan metode variabel costing dan pengaruhnya terhadap laba yang akan diperoleh oleh perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan harga pokok produksi pesanan perusahaan dengan perhitungan menggunakan metode variabel costing memiliki selisih. Selisih tersebut disebabkan karena perusahaan belum menentukan dasar tarif pembebanan biaya overhead pabrik dan perusahaan juga belum membebankan biaya listrik dan telepon ke dalam harga pokok pesanan. Menurut perusahaan harga pokok pesanan lebih kecil dibandingkan dengan perhitungan menggunakan metode variable costing baik pada produk batik cap maupun batik tulis. Simpulan, perhitungan harga pokok produksi pada UD. Batik Redj’os belum sesuai dengan perhitungan harga pokok produksi yang sebenarnya menurut akuntansi yang benar. Adapun dalam menentukan biaya overhead pabrik, perhitungan yang dilakukan perusahaan masih kurang tepat. Jumlah harga pokok pesanan kain batik cap ataupun kain batik tulis berdasarkan perhitungan metode variable costing lebih besar dari perhitungan perusahaan.

Kata Kunci: Harga Pokok Produksi, Metode Variabel Costing

References

Carter, W. K. (2013). Akuntansi Biaya, Buku Satu, Edisi Keempat Belas. Jakarta: Salemba Empat

Elvania, D. I. (2017). Penentuan Harga Pokok Produksi dengan Menggunakan Metode Variable Costing Guna Penentuan Harga Jual Produk Tahu Takwa (Pada Usaha Bintang Barokah Kediri). Simki-Economic, 2(2), 1-10

Firdaus, A., & Wasilah, A. (2012). Akuntansi Biaya. Jakarta: Salemba Empat

Ifana, N., & Yuliarini, S. (2020). Penerapan Metode Variable Costing dalam Penetapan Harga Pokok Produksi pada Pelaku UMKM (Studi Kasus pada UMKM Alpujabar yang Tergabung dalam Rumah Batik Putat Jaya). Liability, 2(1), 24-48

Mulyadi, M. (2007). Akuntansi Biaya. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN

Mulyadi, M. (2009). Akuntansi Biaya, Edisi Kelima. Yogyakarta: Aditya Media

Mulyadi, M. (2012). Akuntansi Biaya, Edisi Kelima, Cetakan Kesebelas. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN

Riwayadi, R. (2014). Akuntansi Biaya. Jakarta: Salemba Empat

Riwayadi, R. (2016). Akuntansi Biaya, Edisi Kedua. Jakarta: Salemba Empat

Rudjito, R. (2003). Peran Lembaga Keuangan Mikro dalam Otonomi Daerah Guna Menggerakkan Ekonomi Rakyat dan Menanggulangi Kemiskinan, Studi Kasus: Bank Rakyat Indonesia, Ekonomi Rakyat, Th. II-No.1-Maret2003. http://www.ekonomirakyat.org/edisi13/ artikel3.htm

Samryn, L. M. (2012). Akuntansi Manajemen Informasi Biaya untuk Mengendalikan Aktivitas Operasi dan Investasi. Jakarta: Kencana

Shepherd, M., & Martin, J. (2018). Considerations When Determining Cost of Goods Sold Excludable from BEAT. Washington: The Tax Adviser

Soei, C. N., Sabijono, H., & Runtu, T. (2014). Penentuan Harga Jual Produk dengan Menggunakan Metode Cost Plus Pricing pada UD. Sinar Sakti. Jurnal EMBA, 2(3), 208-217

Supriyono, R. A. (2013). Akuntansi Biaya Pengumpulan Biaya dan Penentuan Harga Pokok. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM

Uzry, U. (2009). Akuntansi Biaya. Jakarta: Salemba Empat
Published
2020-11-25
Abstract viewed = 9 times
pdf downloaded = 5 times