Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, IPM, Kemiskinan dan Jumlah Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera noted pak

Authors

  • Ramania Sthefany Rolenta Parhusip Universitas Sumatera Utara
  • Raina Linda Sari Universitas Sumatera Utara
  • Irsad Lubis Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.31539/j4f7cb80

Keywords:

IPM, Kemiskinan, Pendapatan Asli Daerah, Pengangguran, Pertumbuhan Ekonomi

Abstract

Perbedaan pertumbuhan ekonomi antar kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara menimbulkan berbagai argumen mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap pertumbuhan ekonomi, pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap pertumbuhan ekonomi, pengaruh kemiskinan terhadap pertumbuhan ekonomi, serta pengaruh jumlah pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi pada kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara selama periode 2019–2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel. Berdasarkan hasil estimasi menunjukkan bahwa penelitian ini menggunakan Model Fixed Effect sebagai model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) memiliki koefisien sebesar -0,614852 dengan nilai probabilitas 0,2179 (>0,05) yang dapat diartikan bahwa peningkatan PAD tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi walaupun arah koefisiennya negatif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) memiliki koefisien sebesar 3,615931 dengan nilai probabilitas 0,0000 (<0,05) yang menunjukkan bahwa peningkatan IPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kemiskinan memiliki koefisien sebesar -19,29937 dengan nilai probabilitas 0,0000 (<0,05) yang berarti bahwa peningkatan kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Jumlah pengangguran memiliki koefisien sebesar -0,963516 dengan nilai probabilitas 0,0257 (<0,05) yang menunjukkan bahwa peningkatan pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Implikasinya, pemerintah daerah di Provinsi Sumatera Utara perlu memprioritaskan kebijakan peningkatan kualitas SDM (IPM) serta pengurangan kemiskinan dan pengangguran melalui penguatan layanan dasar dan penciptaan kerja produktif, disertai perbaikan efektivitas pemanfaatan PAD agar lebih berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

References

[1] Halim, A. (2007). Akuntansi Keuangan Daerah. Salemba Empat. Jakarta.

[2] Aderma, E. et al. (2019). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran terhadap Kemiskinan di Sumatera Utara. Jurnal Ekonomi Pendidikan 7(3). Medan.

[3] Ahya, R. (2021). Pendapatan Asli Daerah dan Kemandirian Fiskal. Jurnal Ekonomi Daerah 8(2): 45–58.

[4] Arsyad, L. (2017). Ekonomi Pembangunan (Edisi 5). UPP STIM YKPN. Yogyakarta.

[5] Aswanto & Edward. (2025). Analisis tingkat pengangguran dan kemiskinan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Publication details not provided).

[6] Badan Pusat Statistik (BPS). (2019). Sumatera Utara Dalam Angka 2019. BPS Provinsi Sumatera Utara. Medan.

[7] Badan Pusat Statistik (BPS). (2020). Produk Domestik Regional Bruto Sumatera Utara 2019. BPS Provinsi Sumatera Utara. Medan.

[8] Badan Pusat Statistik (BPS). (2021). Produk Domestik Regional Bruto Sumatera Utara 2020. BPS Provinsi Sumatera Utara. Medan.

[9] Badan Pusat Statistik (BPS). (2022). Produk Domestik Regional Bruto Sumatera Utara 2021. BPS Provinsi Sumatera Utara. Medan.

[10] Badan Pusat Statistik (BPS). (2023). Produk Domestik Regional Bruto Sumatera Utara 2022. BPS Provinsi Sumatera Utara. Medan.

[11] Badan Pusat Statistik (BPS). (2024). Indeks Pembangunan Manusia Indonesia 2023. BPS RI. Jakarta.

[12] Badan Pusat Statistik (BPS). (2025). Berita Resmi Statistik: Inflasi Januari–Maret 2025. BPS RI. Jakarta. Available at: https://www.bps.go.id [Accessed 20 August 2025].

[13] Bank Indonesia. (2024). Laporan Perekonomian Indonesia 2023. Bank Indonesia. Jakarta. Available at: https://www.bi.go.id [Accessed 20 August 2025].

[14] Becker, G.S. (1993). Human Capital: A Theoretical and Empirical Analysis with Special Reference to Education (3rd ed.). University of Chicago Press. Chicago.

[15] Damanik, M. (2022). Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Kemiskinan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Serdang Bedagai. Jurnal Ekonomi Regional 5(2): 101–113.

[16] Darnawaty & Purnamasari, N. (2019). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pertumbuhan Penduduk, dan Pendidikan terhadap IPM di Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Pembangunan Daerah 4(1): 55–66.

[17] Daulay, M. (2020). Pendapatan Asli Daerah Sebagai Penopang Pembangunan. Jurnal Ilmu Ekonomi 12(1): 77–89.

[18] Halim, A. (2012). Akuntansi Keuangan Daerah. Salemba Empat. Jakarta.

[19] Nasution, A.K. (2022). Analisis Pengaruh PDRB, IPM, dan Pengangguran terhadap Tingkat Kemiskinan di Kabupaten/Kota Sumatera Utara Tahun 2010–2020. Jurnal Ekonomi Pembangunan 9(2): 88–103.

[20] Laodini, A., Rorong, I.P.F., & Tumangkeng, S.Y.L. (2023). Analisis pengaruh pendapatan asli daerah, dana transfer, dan belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara periode 2010–2021. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi.

[21] Lincoln, A. (2004). Ekonomi Pembangunan dan Pertumbuhan. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

[22] Lucas, R.E. (1988). On the Mechanics of Economic Development. Journal of Monetary Economics 22(1): 3–42.

Downloads

Published

2026-07-16