PRAKTIK TAX AVOIDANCE PERUSAHAAN: PERAN KOMPENSASI RUGI FISKAL, SUKU BUNGA, DAN TATA KELOLA PERUSAHAAN
DOI:
https://doi.org/10.31539/hfz6ys05Keywords:
: Kompensasi Rugi Fiskal, Suku Bunga, Tata Kelola Perusahaan, Tax Avoidance, Sektor EnergiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi rugi fiskal, suku bunga, dan tata kelola perusahaan terhadap tax avoidance pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Data penelitian berupa data panel yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan sektor energi, dengan teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, diperoleh sampel sebanyak 16 perusahaan dengan total 80 observasi penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi data panel melalui model Random Effect Model (REM) menggunakan aplikasi EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kompensasi rugi fiskal dan tata kelola perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance. Sementara itu, suku bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap tax avoidance. Secara simultan, kompensasi rugi fiskal, suku bunga, dan tata kelola perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance pada perusahaan sektor energi periode 2020–2024. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel independen dalam penelitian hanya mampu menjelaskan sebagian kecil variasi tax avoidance, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
References
[1] M. C. Jensen dan W. H. Meckling, “Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership structure,” J. financ. econ., vol. 3, no. 4, hal. 305–360, Okt 1976, doi: 10.1016/0304-405X(76)90026-X.
[2] I. J. Mandaku dan M. A. N. Hasyim, “Application of cooperative tax accounting to corporate income tax for fiscal loss compensation,” Keynesia Int. J. Econ. Bus., vol. 1, no. 1, hal. 24–40, Apr 2022, doi: 10.55904/keynesia.v1i1.105.
[3] Kementerian Keuangan Republik Indonesia, “Nota Keuangan dan APBN 2025,” Jakarta, 2025.
[4] Badan Pusat Statistik, “Produk Domestik Bruto Indonesia Menurut Lapangan Usaha,” Jakarta, 2025.
[5] J. Creedy dan N. Gemmell, “Effective tax rates and the user cost of capital when interest rates are low,” Econ. Lett., vol. 156, hal. 82–87, 2017, doi: 10.1016/j.econlet.2017.04.012.
[6] A. Kusumawardhani, A. K. Jing Ying, dan Y. Yennisa, “Tax avoidance analysis: The role of institutional ownership and fiscal loss compensation,” J. Bus. Inf. Syst. (e-ISSN 2685-2543), vol. 7, no. 1, hal. 109–126, Jun 2025, doi: 10.31316/jbis.v7i1.295.
[7] O. G. Pratiwi dan F. Achyani, “The Role of Thin Capitalization and Fiscal Loss Compensation on Tax Avoidance: Case Evidence in Indonesian Manufacturing Companies,” Int. J. Soc. Sci. Econ. Res., vol. 08, no. 05, hal. 951–964, 2023, doi: 10.46609/IJSSER.2023.v08i05.002.
[8] A. S. Edwards, M. Marin, dan Y. Wu, “Negative Interest Rates and Corporate Tax Behavior in Banks,” SSRN Electron. J., 2021, doi: 10.2139/ssrn.3921343.
[9] J. Kovermann dan P. Velte, “The impact of corporate governance on corporate tax avoidance—A literature review,” J. Int. Accounting, Audit. Tax., vol. 36, hal. 100270, Sep 2019, doi: 10.1016/j.intaccaudtax.2019.100270.
[10] M. T. Pham, L. Van Nguyen, dan T. T. M. Nguyen, “The Effect of Corporate Governance on Tax Avoidance: Evidence from Listed Firms in Vietnam,” Econ. Insights – Trends Challenges, vol. 2024, no. 2, hal. 1–15, Mar 2024, doi: 10.51865/EITC.2024.02.01.
[11] E. F. M. Sholihah dan A. Rahmiati, “Pengaruh Leverage, Sales Growth, Kompensasi Rugi Fiskal dan Koneksi Politik terhadap Penghindaran Pajak (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI Tahun 2017-2022),” Owner, vol. 8, no. 1, hal. 186–199, Jan 2024, doi: 10.33395/owner.v8i1.1887.
[12] Reschiwati dan K. H. Mujito, “Analysis Of Fiscal Loss Compensation in Strengthening Factors Affecting Tax Avoidance,” J. Ris. Akunt. dan Audit., vol. 10, no. 2, hal. 57–66, Jul 2023, doi: 10.55963/jraa.v10i2.574.
[13] A. Alexander dan M. Pisa, “Credit refinancing and corporate tax avoidance,” J. Account. Public Policy, vol. 42, no. 3, hal. 107073, Mei 2023, doi: 10.1016/j.jaccpubpol.2023.107073.
[14] S. Chen, H. Ma, H. Teng, dan Q. Wu, “Banking liberalization and corporate tax planning: Evidence from natural experiments,” J. Corp. Financ., vol. 76, hal. 102264, Okt 2022, doi: 10.1016/j.jcorpfin.2022.102264.
[15] G. Y. Koay dan N. S. Sapiei, “The role of corporate governance on corporate tax avoidance: a developing country perspective,” J. Account. Emerg. Econ., vol. 15, no. 1, hal. 84–105, Jan 2025, doi: 10.1108/JAEE-01-2023-0022.
[16] R. M. Oktaviani, S. Wulandari, C. Srimindarti, dan M. A. Ma’sum, “The Impact of Corporate Governance and Fiscal Loss Compensation on Tax Avoidance Policies: Indonesian Banking Sector,” Int. J. Sustain. Dev. Plan., vol. 18, no. 11, hal. 3641–3647, Nov 2023, doi: 10.18280/ijsdp.181130.
[17] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2020.
[18] J. W. Creswell, Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Los Angeles: Sage Publications, 2009.
[19] D. N. Gujarati dan D. C. Porter, Basic Econometrics, 5 ed. New York: McGraw-Hill/Irwin, 2009.
[20] U. Sekaran dan R. Bougie, Research Methods for Business: A Skill-Building Approach, 7 ed. Chichester, West Sussex: John Wiley & Sons, 2016.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Baharuddin Saga, Ibram Pinondang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

