ANALISIS HUBUNGAN  SURAT UTANG NEGARA, CADANGAN DEVISA, UTANG LUAR NEGERI DAN NERACA PEMBAYARAN TERHADAP PDB DI INDONESIA DENGAN  PENDEKATAN VECM

Authors

  • Lamhot Pardomuan Fidelis Saragih Universitas Sumatera Utara
  • Syarief Fauzie Universitas Sumatera Utara
  • Irsad Lubis Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.31539/1w07zy56

Keywords:

Surat Utang Negara, Cadangan Devisa, Utang Luar Negeri, Neraca Pembayaran, Produk Domestik Bruto, VECM

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan jangka pendek dan jangka panjang antara Surat Utang Negara (SUN), Cadangan Devisa (CAD), Utang Luar Negeri (ULN), dan Neraca Pembayaran (NP) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada periode kuartal I 2010 hingga kuartal IV 2025. Data sekunder bersumber dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, dan Kementerian Keuangan diolah menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM). Hasil uji stasioneritas Phillips-Perron menunjukkan seluruh variabel stasioner pada first difference dengan derajat integrasi I(1). Uji kointegrasi Johansen membuktikan adanya keseimbangan jangka panjang antar variabel. Hasil estimasi VECM jangka pendek menunjukkan hanya CAD yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDB, sementara SUN, ULN, dan NP tidak signifikan dalam jangka pendek karena adanya time lag transmisi kebijakan. Dalam jangka panjang, SUN berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PDB, CAD berpengaruh positif dan signifikan, ULN berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan NP berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDB. Uji kausalitas Granger menunjukkan hubungan searah dari SUN ke PDB, dan dari PDB ke CAD. Analisis Impulse Response Function mengonfirmasi respon positif akumulatif PDB terhadap guncangan SUN, sementara guncangan CAD dan NP direspon negatif oleh PDB. Variance Decomposition menunjukkan fluktuasi PDB didominasi oleh faktor internalnya sendiri (80%) dengan NP sebagai kontributor eksternal terbesar (10%), sedangkan variasi ULN sangat dipengaruhi oleh guncangan CAD (45%). Koefisien Error Correction Term sebesar -0,373 mengindikasikan kecepatan penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang sebesar 37,33% per kuartal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan Cadangan Devisa yang optimal dalam jangka pendek serta pengawasan terhadap beban Surat Utang Negara dan Utang Luar Negeri dalam jangka panjang merupakan kunci dalam mendorong pertumbuhan PDB yang berkelanjutan di Indonesia.

Kata Kunci : Surat Utang Negara, Cadangan Devisa, Utang Luar Negeri, Neraca Pembayaran, Produk Domestik Bruto, VECM

References

[1] B. Adhitya. (2021). Analisis Determinan Cadangan Devisa di Indonesia. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi 21(1): 184.

[2] N.L. Agustina. (2025). Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan III 2025. Publikasi Ekonomi Indonesia.

[3] I. Darmawan. (2022). Dampak Utang Luar Negeri Terhadap Perekonomian Indonesia. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Akuntansi 15(2): 57-69.

[4] Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko. (2023). Pengertian Surat Utang Negara. Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

[5] S. El Ouardi. (2023). Leading Indicators of Sovereign Defaults in Middle- and Low-Income Countries: The Role of Foreign Exchange Reserve Ratios in Times of Pandemic. Economics Bulletin 43(2): 793-812.

[6] N. Fatmawatie, E. Endri, and D. Husein. (2024). Macroeconomic Factors and Government Bond Yield in Indonesia. Public and Municipal Finance 13(1): 95-105.

[7] J. Felipe, M. Lanzafame, and G. Estrada. (2019). Is Indonesia’s Growth Rate Balance of Payments Constrained? A Time-Varying Estimation Approach. Review of Keynesian Economics 7(4): 537-553.

[8] S. Gladiola. (2022). Analisis Keberlanjutan serta Pengaruh Surat Berharga Negara dan Faktor Lainnya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Indonesian Treasury Review 7(3): 239-254.

[9] D.N. Gujarati. (2009). Basic Econometrics. Fifth Edition. McGraw-Hill.

[10] S. Hu, W. Lin, H. Xu, and K. Wong. (2021). Relationship Between Government Debt and Economic Growth. ACM International Conference Proceeding Series: 93-103.

[11] H. Juliansyah. (2021). Analisis Hubungan Ekspor, Pembayaran Hutang Luar Negeri dan Nilai Tukar Terhadap Cadangan Devisa Indonesia. Jurnal Ekonomi Regional 10(1): 10-22.

[12] R. Khaerunnisa. (2025). BI Sebut Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan III-2025 Tetap Baik. Publikasi Ekonomi Indonesia.

[13] H. Kuncoro and F. Fafurida. (2023). Current Account Imbalances and Exchange Rate Volatility: Empirical Evidence from Indonesia. Economic Horizons 25(1): 17-30.

[14] T.Y.R.R. Laksono and D. Tarmidi. (2021). The Effect of Export, Import, and Public Education Expenditure on Foreign Exchange Reserves: A Geographical Perspective Study on Indonesia. Review of International Geographical Education Online 11(1): 456-468.

[15] H. Limanseto. (2025). Neraca Pembayaran Indonesia Alami Surplus Menjadi Sinyal Stabilitas Ketahanan Eksternal yang Terjaga. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.

[16] S.R. Lubis. (2020). Determinant Analysis of Indonesian Foreign Debt: Error Correction Model Approach. International Journal of Scientific and Technology Research 9(2): 2419-2424.

[17] G.N. Masdjojo, F.X. Sugyanto, and R. Mariatmo. (2016). An Empirical Study of Foreign Exchange Reserve Through the Balance of Payment of Indonesia Based on the Keynesian and the Monetary Approach. International Journal of Applied Business and Economic Research 14(11): 7647-7674.

[18] B.S. Nazamuddin, S.S. Wahyuni, F. Fakhruddin, and F. Fitriyani. (2024). The Nexus Between Foreign Exchange and External Debt in Indonesia: Evidence from Linear and Nonlinear ARDL Approaches. Journal of the Asia Pacific Economy 29(2): 810-836.

[19] N. Nur’Eni, N. Anisa, and L. Handayani. (2023). Analysis of the Relationship Between Exports, Imports, BI Rate, Exchange Rate, Money Supply, and Indonesia’s Foreign Exchange Reserves Using Vector Error Correction Model Method. AIP Conference Proceedings 2719: 30.

[20] M. Obstfeld, J.C. Shambaugh, and A.M. Taylor. (2005). The Trilemma in History: Tradeoffs among Exchange Rates, Monetary Policies, and Capital Mobility. The Review of Economics and Statistics 87(3): 423-438.

[21] A. Rachman. (2025). Utang RI Tembus Rp9.138 T, Masih Aman? Publikasi Ekonomi Indonesia.

[22] M. Obstfeld and K. Rogoff. (1996). Foundations of International Macroeconomics. MIT Press.

[23] P.W. Santosa. (2021). Macroeconomic Indicators and Yield Curve of Indonesian Government Bond. Business, Management and Economics Engineering 19(1): 34-48.

[24] P.W. Santosa and P. Sihombing. (2015). Factors Affecting the Yield Curve Fluctuation of Indonesia Government Bond. International Journal of Applied Business and Economic Research 13(6): 4073-4087.

[25] A.E. Sujianto. (2020). Macroeconomic Factors and Balance of Payment: Evidence from Indonesia. Industrial Engineering and Management Systems 19(1): 266-272.

[26] O.J. Soedradjad. (2017). Perkembangan Teori Neraca Pembayaran. Jurnal Ekonomi Indonesia 28(3).

[27] Republik Indonesia. (2002). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara. Lembaran Negara Republik Indonesia.

[28] A. Utami and A. Syukri. (2020). The Relationship Between Gross Domestic Product with International Balance of Payment: Empirical Evidence. Journal of Developing Economies 5(2): 103-119.

[29] H. Wahyudi, D. Wirawan, I.W. Suparta, and W.A. Palupi. (2023). Determinants of Indonesia’s External Debt 31 Years. WSEAS Transactions on Business and Economics 20: 1802-1811.

[30] P. Warjiyo and R.D. Handoyo. (2020). Foreign Exchange Intervention: Has It Been Effective in Indonesia? International Journal of Advanced Science and Technology 29(4): 1937-1946.

Downloads

Published

2026-09-14