PENGARUH UANG ELEKTRONIK DAN VARIABEL MAKROEKONOMI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.31539/5dr8jk49Keywords:
uang elektronik, inflasi, suku bunga, PMTB, pertumbuhan ekonomi, ARDL, Indonesia.Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh uang elektronik dan variabel makroekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan data time series triwulanan periode 2018Q1-2025Q2. Variabel independen meliputi nilai transaksi uang elektronik, inflasi, suku bunga kebijakan BI-7DRR, dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB), serta memasukkan dummy Covid-19 untuk mengontrol shock pandemi. Metode yang digunakan adalah Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk menguji hubungan jangka pendek dan jangka panjang, serta Error Correction Model (ECM) untuk melihat kecepatan penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang. Hasil estimasi menunjukkan adanya kointegrasi dan mekanisme koreksi kesalahan yang signifikan (ECT bernilai negatif dan signifikan), sehingga model mampu menangkap dinamika penyesuaian jangka pendek. Dalam jangka pendek, pengaruh uang elektronik bersifat berfluktuasi: pada periode berjalan tidak signifikan, namun lag tertentu menunjukkan pengaruh signifikan. Inflasi pada lag 1–2 kuartal cenderung menekan pertumbuhan, sedangkan suku bunga menunjukkan pengaruh positif yang muncul dengan jeda. PMTB berpengaruh positif signifikan pada periode berjalan, namun terdapat penyesuaian negatif pada lag berikutnya. Dalam jangka panjang, uang elektronik berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, inflasi berpengaruh positif dan signifikan, suku bunga berpengaruh positif dengan signifikansi lemah (10%), dan PMTB berpengaruh positif dan signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan ekosistem pembayaran digital perlu diiringi stabilitas makro dan kesinambungan investasi riil agar mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
References
[1] S. Sukirno. (2016). Makroekonomi: Teori Pengantar. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
[2] S. Sari and F. Anggadha Ratno. (2020). Analisis utang luar negeri, sukuk, inflasi dan tingkat suku bunga terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2014–2019. Jurnal Riset Pendidikan Ekonomi 5(2): 91–100.
[3] I. Fisher. (1911). The Purchasing Power of Money. Macmillan. New York.
[4] N.G. Mankiw. (2016). Principles of Economics. Cengage Learning. Boston.
[5] R.M. Solow. (1956). A contribution to the theory of economic growth. The Quarterly Journal of Economics 70(1): 65–94.
[6] L.D. Gayatri. (2025). Indonesia’s annual inflation rate at 1.03% in March. Reuters.
[7] S. Fischer. (1993). The role of macroeconomic factors in growth. Journal of Monetary Economics 32(3): 485–512.
[8] M. Bruno and W. Easterly. (1998). Inflation crises and long-run growth. Journal of Monetary Economics 41(1): 3–26.
[9] G. Suroyo and F. Nangoy. (2025). Indonesia central bank cuts benchmark rate, welcomes US tariff deal. Reuters.
[10] Bank Indonesia. (2025). BI-Rate turun 25 bps menjadi 5,00%: Mempertahankan stabilitas, mendorong pertumbuhan ekonomi. Bank Indonesia. Jakarta.
[11] N.G. Mankiw. (2014). Macroeconomics. Worth Publishers. New York.
[12] R. Nabila, Yusrizal, and N.A.B. Rahmani. (2019). Pengaruh variabel makroekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) 3(4).
[13] N.G. Mankiw, D. Romer, and D.N. Weil. (1992). A contribution to the empirics of economic growth. The Quarterly Journal of Economics 107(2): 407–437.
[14] Badan Pusat Statistik. (2020). Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2019. BPS. Jakarta.
[15] Badan Pusat Statistik. (2022). Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan IV 2021 dan Sepanjang Tahun 2021. BPS. Jakarta.
[16] M. Yusuf and M. Hadi. (2019). Analisis pengaruh investasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam.
[17] B. Amalia and R.P. Santoso. (2022). Pengaruh uang elektronik terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 2011–2020. Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan 1(2): 233–239.
[18] R.A. Siregar, A.A. Tanjung, and Sukardi. (2024). Analisis pengaruh e-money, jumlah uang beredar, kurs dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi. Ekonomis: Journal of Economics and Business 8(1): 88–93.
[19] Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Bandung.
[20] N. Indriantoro and B. Supomo. (2002). Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen. BPFE. Yogyakarta.
[21] M. Ekananda. (2016). Ekonometrika: Analisis Data Time Series. Mitra Wacana Media. Jakarta.
[22] M.H. Pesaran, Y. Shin, and R.J. Smith. (2001). Bounds testing approaches to the analysis of level relationships. Journal of Applied Econometrics 16(3): 289–326.
[23] A.H.Z. Wijaya, M. Ismail, and D.B. Santosa. (2023). The role of the central bank on economic growth (study case: Indonesia). International Journal of Accounting and Finance in Asia Pacific 6(1): 122–130.
[24] A.M. Musthafa and R. Ratna. (2024). Pengaruh utang luar negeri, inflasi, suku bunga dan cadangan devisa terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Jurnal Ekonomi Regional Unimal 7(3).
[25] D.N. Lestari, L.R. Indrawati, and G. Jalunggono. (2021). Analisis pengaruh inflasi, pembentukan modal tetap bruto dan pengeluaran konsumsi pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. DINAMIC: Directory Journal of Economic 3(1): 236–245.
[26] M.F. Fadhlani, T. Irawan, and D.S. Priyarsono. (2024). Export diversification and economic growth in Indonesia: An ARDL model analysis. Jurnal Ekonomi Pembangunan 22(2): 201–212.
[27] Bank Indonesia. (2022). BI 7-Day Reverse Repo Rate. Bank Indonesia. Jakarta.
[28] Bank Indonesia. (2023). Laporan Perekonomian Indonesia. Bank Indonesia. Jakarta.
[29] Bank Indonesia. (2023). Statistik Sistem Pembayaran Indonesia. Bank Indonesia. Jakarta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Ilham Zuhri, Syarief Fauzie, Arif Rahman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

