DIALEKTIKA MERITOKRASI DAN PATRONASE DALAM HUMAN CAPITAL MANAGEMENT: FORMULASI MODEL HIBRIDA PADA EKOSISTEM DANANTARA

Authors

  • Bambang Suseno Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti
  • Antonius Anton Lie Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti
  • Abdul Ghofar Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti

DOI:

https://doi.org/10.31539/h4fvb455

Keywords:

Danantara, Good Corporate Governance (GCG), Human Capital Management (HCM), Meritokrasi, Patronase.

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembentukan super-holding Danantara yang memicu dialektika inheren antara otonomi profesionalisme (meritokrasi) dan intervensi sosiopolitik (patronase) dalam pengelolaan modal manusia, baik di Danantara maupun di BUMN entitas afiliasinya. Tujuan penelitian adalah menganalisis dinamika dialektika tersebut pada lima dimensi Human Capital Management (HCM), dampaknya terhadap Good Corporate Governance (GCG), serta merumuskan model penyelarasan strategis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus komparatif. Pengumpulan data dilakukan pada Juni–Juli 2026 melalui wawancara mendalam dengan 20 informan kunci (jajaran BOD, BOD-1, dan tim), didukung triangulasi dokumen, serta diuji keabsahannya melalui expert judgment oleh LSP Tata Kelola, Risiko, dan Kepatuhan. Hasil penelitian mengungkapkan polarisasi tata kelola pada kontinum praktik yang memetakan klaster meritokrasi di BUMN (retoris, akomodatif, administratif) dan Danantara (transisional). Fenomena kepatuhan semu (decoupling) terjadi akibat rentannya otonomi profesionalisme tersebut terhadap tekanan eksternal. Sebagai solusi preskriptif, penelitian ini memformulasikan Model HCM Hibrida yang bertumpu pada mekanisme standardisasi kualifikasi objektif dan formalisasi instrumen tata kelola tertulis. Model baru ini dinyatakan layak tanpa perbaikan oleh validator untuk melembagakan diskresi sosiopolitik ke dalam administrasi formal yang dapat diaudit (encoupling). Dengan mengunci intervensi pada koridor legalitas formal dan kompetensi terukur, model ini terindikasi mampu membatasi ruang intervensi, sekaligus menegakkan pilar GCG berlandaskan prinsip TARIF (Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi, dan Fairness) secara berkelanjutan pada Danantara dan entitas afiliasinya.

References

Bridges, W. (1991). Managing transitions: Making the most of change. Addison-Wesley.

Brunsson, N. (1989). The organization of hypocrisy: Talk, decisions and actions in organizations. John Wiley & Sons.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2023). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. SAGE Publications.

Cuervo-Cazurra, A., et al. (2023). State-owned enterprises: The role of the state in business. Journal of International Business Studies, 54(1), 1-25.

Komite Nasional Kebijakan Governance. (2021). Pedoman umum tata kelola korporasi Indonesia. KNKG.

Liu, H., & Baker, W. (2021). Ordinary meritocracy: The pitfalls of meritocratic management. Organization Studies, 42(6).

Marmen, J. (2026). Hasil uji keabsahan data dan kelayakan model HCM hibrida Danantara melalui mekanisme expert judgment. LSP Tata Kelola, Risiko, dan Kepatuhan.

Meyer, J. W., & Rowan, B. (1977). Institutionalized organizations: Formal structure as myth and ceremony. American Journal of Sociology, 83(2), 340–363.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Nurmandi, A., et al. (2022). Human capital management transformation in public sector: A systematic literature review. International Journal of Public Administration, 45(12), 890-905.

Pemerintah Republik Indonesia. (2025). Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara. Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Pfeffer, J., & Salancik, G. R. (1978). The external control of organizations: A resource dependence perspective. Harper & Row.

Zhu, J., & Zhang, F. (2023). Political connections, meritocracy, and the appointment of CEOs in state-owned enterprises. British Journal of Management, 34(2), 780-802.

Downloads

Published

2026-07-23