PENGARUH TRANSAKSI E-MONEY, QRIS, DAN INFLASI TERHADAP KONSUMSI RUMAH TANGGA DI INDONESIA PERIODE 2020 Q1 –2025 Q4

Authors

  • Aisyah Fitrianingsih Universitas Teknologi Sumbawa
  • Tomy Dwi Cahyono Universitas Teknologi Sumbawa

DOI:

https://doi.org/10.31539/n3cy8234

Keywords:

E-Money, QRIS, Inflasi, Konsumsi Rumah Tangga, Regresi Linear Berganda, OLS, Indonesia.

Abstract

Tujuan pokok dari studi yang dilakukan adalah mengkaji dampak transaksi e-money, volume QRIS, serta inflasi terhadap konsumsi rumah tangga di Indonesia dalam rentang waktu 2020 hingga 2025.. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda (OLS) pada data time series triwulanan yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Sebelum regresi, seluruh uji asumsi klasik dilakukan dan terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, volume transaksi QRIS berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi rumah tangga, sedangkan transaksi e-money dan inflasi tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap konsumsi rumah tangga dengan kontribusi yang dominan. Temuan ini mengonfirmasi pentingnya percepatan adopsi QRIS, sedangkan pengendalian inflasi dan optimalisasi ekosistem e-money perlu terus diprioritaskan.

References

[1] Putri, N. A., Natalia, A. L., Agel, Malika, S. D., & Ruslan, D. (2026). Analisis konsumsi rumah tangga Indonesia berdasarkan pendapatan nasional tahun 2020-2024. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS), 5(2).

[2] Khairunnisa, et al. (2026). Perkembangan konsumsi rumah tangga Indonesia periode 2019–2024. Jurnal Ekonomi Indonesia, 15(1).

[3] Najmi, et al. (2024). Pengaruh konsumsi rumah tangga terhadap PDB Indonesia: Analisis regresi OLS data triwulanan. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 13(2).

[4] Yulius, H. (2024). Analisis Hukum Engel dan komposisi pengeluaran konsumsi rumah tangga. Jurnal Ekonomi Terapan, 6(1).

[5] Prabasari, R. I., & Purnomo, D. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah 2019–2022. Al Qalam, 18(6), 4291.

[6] Badan Pusat Statistik. (2025). PDB Triwulanan Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Pengeluaran 2020–2025. Jakarta: BPS.

[7] Toni, et al. (2024). Digitalisasi QRIS dan penguatan konsumsi masyarakat. JEMB, 5(2).

[8] Puspitasari, D., Yunian, A. A., & Raharti, R. (2024). Dynamics of inflation in Indonesia: The role of CPI, e-money, money supply (M1), and exchange rate. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, 9(1), 46–53. https://doi.org/10.38043/jiab.v9i1.4964

[9] Handayani, N. L. P. (2023). Optimalisasi sistem pembayaran QRIS dalam mewujudkan inklusi keuangan. Jurnal Nuansa, 1(3), 363–370.

[10] Naibaho, E., Hodijah, S., & Bahri, Z. (2023). Pengaruh e-money, tingkat suku bunga dan inflasi terhadap jumlah uang beredar di Indonesia. E-Journal Perdagangan Industri dan Moneter, 11(3).

[11] Rahmadani, S. A., Pratama, A. W., Yunita, N., & Panorama, M. (2023). Non-cash transactions and the money supply. JIKO, 8(2).

[12] Misdarti. (2025). Pengaruh E-Commerce, E-Money, Pinjaman Online, Impor Barang Konsumsi, Inflasi dan Suku Bunga terhadap Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga di Indonesia. Skripsi, Universitas Jambi.

[13] Sulistyaningrum, E., & Mulyati, S. (2022). Pengaruh transaksi e-money terhadap konsumsi rumah tangga di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 25(1).

[14] Syamsuddin. (2024). Dampak pertumbuhan transaksi QRIS dan uang elektronik terhadap indeks penjualan riil di Sulawesi Selatan. Jurnal MARSI, 3(1).

[15] Afianto, R. (2025). Analisis kepercayaan dan kemudahan penggunaan QRIS terhadap niat perilaku konsumen dalam bertransaksi digital. Jurnal Bisnis Digital, 3(1).

[16] Adamy, H. B., Chaidir, T., & Suprapti, I. A. P. (2024). Analisis pengaruh e-money, alat pembayaran menggunakan kartu (APMK), dan QRIS terhadap jumlah uang beredar di Indonesia periode Juli 2020–Juli 2023. Jurnal Konstanta, 3(2), 1–20.

[17] Ferlicia, S., Suhel, S., & Andaiyani, S. (2022). Non-Cash Instruments and Money Supply in Indonesia During Pandemic Covid-19. Signifikan: Jurnal Ilmu Ekonomi, 11(2), 383–398. https://doi.org/10.15408/sjie.v11i2.2649

[18] Fitriani, A., & Achmawati, D. (2022). Dampak inflasi terhadap konsumsi rumah tangga di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 13(2), 201–212.

[19] Ratu Purnama, H., Pramukti, A., & Rahman, Z. (2022). Inflasi, konsumsi rumah tangga dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Makassar. YUME: Journal of Management, 5(3), 36–43.

[20] Mankiw, N. G. (2009). Macroeconomics (7th ed.). Worth Publishers.

[21] Setiawan, E., Wirandhika, D., & Purwanti, D. (2024). Analysis of the impact of digitalization of the financial sector on inflation in Indonesia. Journal of Economics and Business, 4(3), 365–376.

[22] Schomburgk, L., et al. (2024). The cashless effect: How digital payments influence consumer spending. Journal of Retailing.

[23] Venkatesh, V., Morris, M. G., Davis, G. B., & Davis, F. D. (2003). User acceptance of information technology: Toward a unified view. MIS Quarterly, 27(3), 425–478.

[24] Utami, R. (2025). Dampak adopsi QRIS terhadap kinerja finansial pelaku usaha di Indonesia. Jurnal Manajemen Keuangan, 8(1).

[25] Wijayati, H., Widhiyoga, G., & Rachmawati, I. (2024). Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Anak Hebat Indonesia.

[26] ASPI. (2025). Statistik Transaksi QRIS Nasional Triwulanan 2020–2025. Jakarta: ASPI.

[27] Pratama, A., & Dewi, R. (2023). Mekanisme transmisi e-money terhadap konsumsi rumah tangga melalui jumlah uang beredar. Jurnal Ekonomi Moneter Indonesia, 5(2).

[28] Bank Indonesia. (2024). Statistik Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan Indonesia 2024. Jakarta: Bank Indonesia.

[29] Artati, D., et al. (2025). Dampak inflasi terhadap daya beli dan pengelolaan keuangan rumah tangga di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Keuangan, 9(1).

[30] Dewi, D. D., et al. (2023). Metodologi Penelitian: Teori dan Praktik. CV. Gita Lentera

Downloads

Published

2026-08-10