Pengetahuan dan Pendapatan Akseptor KB dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK)

  • Lia Hartini Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Abstract

This study aimed to determine the relationship between knowledge and income of family planning acceptors and subcutaneous contraception (AKBK) at BPM Habibah, Meat Jaya Village, in 2020. The research method used an analytic survey method with a Cross-Sectional approach. Univariate analysis results obtained from 50 respondents known that most respondents with good knowledge as many as 28 respondents (56%) more than those who lack awareness that is as much as 22 respondents (44%), a small proportion of respondents who have high incomes are 19 respondents (38%) more few of the low-income mothers were 32 respondents (62%). Those using under-skin contraception (AKBK) were 35 (70%) respondents. Based on the chi-square statistical test results on the relationship between knowledge (ρ value 0.011) and income (ρ value 0.042) with the use of AKBK. In conclusion, there is a significant relationship between knowledge and income with the use of under-the-skin contraception (AKBK) at BPM Habiba, Meat Jaya Urban Village, in 2020. Keywords: Family Planning Acceptor, Knowledge Contraception, Income

References

Alfiah, I. (2015). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Metode Kontrasepi Jangka Panjang di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kalideres Tahun 2015. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Ambarwati, E. R. (2011). Asuhan Kebidanan Komunitas. Yogyakarta: Nuha Medika

Ayu, A. (2013). Hubungan Pengetahuan Ibu Usia Subur tentang Alat Kontrasepsi Bawah Kulit dengan Tingkat Penggunaan Alat Kontrasepsi Bawah Kulit di Klinik Rehulina Br Sitepu Desa Bandar Khalifah pada Tahun 2013

Badan Pusat Statistik. (2015). Hasil Sensus Penduduk 2015, Data Agregat per
Provinsi. Jakarta

Biran, A. (2012). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo

BKKBN. (2017). Laporan Kinerja Instansi Pemerintah 2016 Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional, 1–102

BKKBN. (2020). SDKI Capaian Penggunaan Kontrasepsi 2017

Caruso, S. (2012). Quality of Sexual Life Women on Oral Contraceptive Continued Regimen : Pilot Study, 460–66

Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana. (2019). Kota Lubuklinggau

Hartono, H. (2010). Keluarga Berencana dan Kontrasepsi (KB). Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. http://aminulaprijal.byethost24.com

Hasmiatin, H. (2016). Hubungan Pengetahuan, Dukungan Suami dan Budaya dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Implant pada Pasangan Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Abeli Kecamatan Abeli Kota Kendari Tahun 2016. http://sitedi.uho.ac.id/uploads_sitedi/F1D311072_sitedi_skripsi.pdf

Kusmiran, E. (2011). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita.. Jakarta: Salemba Medika. www.lactamilmama.com/Masa-Subur

Manuaba, M., & Ida, B. G. (2011). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB. Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC

Neri, M., Piras, B., Paoletti, A. M., Vallerino, V., Corda, V., Ronchetti, C., Taccori, V., Pilloni, M., Zedda, P., Capobianco, G., Dessole, S., Melis, G. B., & Mais, V. (2017). Long-Acting Reversible Contraception (LARC) with the Intrauterine System with Levonorgestrel (6 Mcg/D): Observational Study on the Acceptability, Quality of Life , and Sexuality in Italian Women. Gynecological Endocrinology, 34(6),532-535. https://doi.org/10.1080/09513590.2017.1416465

Padila, P. (2015). Asuhan Keperawatan Maternitas 1. Yogyakarta : Nuha Medika

Prastika, B. P.S., Armini, N. K. A., & Pradanie, R. (2019). Hubungan Dukungan Suami dan Gaya Hidup dengan Kualitas Hidup Akseptor KB IUD di Wilayah Kerja Puskesmas Mulyorejo Surabaya. Skripsi. Universitas Airlangga

Septianingrum, Y., Wardani, E. M., & Kartini, Y. (2018). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingginya Akseptor KB Suntik 3 Bulan. Jurnal Ners dan Kebidan, 5(1), 15–19.
https://doi.org/10.26699/jnk.v5i1.ART.p015-019

Tampubolon, I. S., & Tarigan, J. (2018). Hubungan Pengetahuan, Dukungan Suami dan Petugas Kesehatan dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK) pada Pasangan Usia Subur di Lingkungan II Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan. Jurnal Bidan Komunitas, 1(2), 59-66. http://ejournal.helvetia.ac.id/index.php/jbk

Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia
Definisi dan Indikator Diagnostik. Jakarta: Dewan Pengurus PPNI

Tresnawati, F. (2012). Asuhan Kebidanan. Jakarta: Prestasi Pustakaraya

Yulviana, R. (2015). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Bawah Kulit di Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru Tahun 2015.Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah, 11(75), 122–7
Published
2020-06-25
How to Cite
Hartini, L. (2020). Pengetahuan dan Pendapatan Akseptor KB dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK). Jurnal Kesmas Asclepius, 2(1), 54-63. https://doi.org/https://doi.org/10.31539/jka.v2i1.1145
Abstract viewed = 54 times
pdf downloaded = 49 times