Perbedaan Efektivitas Progressive Muscle Relaxation (PMR) dengan Slow Deep Breathing Exercise (SDBE) terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi

  • Andry Sartika Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Anwar Wardi Program Studi Magister Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Yani Sofiani Program Studi Magister Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Abstract

This study aimed to determine the differences between the effectiveness of Progressive Muscle Relaxation (PMR) and Slow Deep Breathing Exercise (SDBE) on BP of hypertension patients. The research was an experiment with a randomized pretest and posttest with three group design without a control group. There was no significant difference on the effectiveness between the three groups after intervention. The optimal time of reduction in systolic BP in the PMR and SDBE groups occurred on day three. In diastolic BP, the optimal time of reduction did not occured. Conclusion, the three relaxation techniques effectively reduced blood pressure of hypertension patients.The effective time of blood pressure reduction occurred on the third day.

                

Keywords: Hypertension, Progressive Muscle Relaxation (PMR), Slow Deep Breathing Exercise (SDBE), Blood Pressure

References

Cahyani, H. (2014). Hubungan Shalat terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Posyandu Anggrek Kelurahan Cempaka Putih Kecamatan Ciputat Timur. UIN Syarif Hidayatullah

Dalmartha, S. D. (2008). Care Your Self Hipertensi. Cetakan 1. Jakarta: Penebar Plus

Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang. (2017). Profil Kesehatan Kabupaten Kepahiang. Bengkulu

Endar, W. U. (2015). Efektifitas Relaksasi Otot Progresif terhadap Tekanan Darah. JOM,2(2), 1068-1075

Fajri, D. (2017). Kunyah Tembakau, Masyarakat Terserang Penyakit. Jurnalis Bengkulu: Okezonenews, hal. - (diakses pada tanggal 8 maret 2018 (https://news.okezone.com/read/2017/11/22/340/1818397/kunyah-tembakau-masyarakat-terserang-penyakit)

Hartanti, R. D. (2016). Terapi Relaksasi Napas dalam Menurunkan Tekanan Darah Pasien Hipertensi. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK), 9(1). Maret 2016 ISSN 1978-3167

IFPMA. (2016). Hypertension: Putting the Pressure on the Silent Killer. Retrieved Maret 18, 2018 From Https://Www.Ifpma.Org/Resource-Centre/Hypertension-Putting-The-Pressure-On-The-Silent-Killer/. Published on: 17 May 2016

Irawan, O. (2017). Pengaruh Terapi Rendam Air Hangat pada Kaki Sambil Mendengarkan Musik Klasik terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu. Poltekkes Kemenkes BKL

Josep, I. I. S. D. (2008). Hypertension Primer: The Ensensial of High Blood Pressure Basic Science, Population Science and Clinical Management, Edisi Ke-4 Philadelphia. USA: Lipincott Williams & Wilkins

Kamaluddin, R. (2010). Pertimbangan dan Alasan Pasien Hipertensi Menjalani Terapi Alternatif Komplementer Bekam di Kabupaten Banyumas. Jurnal Keperawatan Soedirman, 5(2)

Kemenkes RI. (2016). UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Jakarta

Kumutha, V. D. (2014). Effectiveness of Progressive Muscle Relaxation Technique on Stress and Blood Pressure among Elderly with Hypertension. IOSR Journal of Nursing and Health Science (IOSR-JNHS)3, 1-6

Maryanti, S. (2015). Dampak Penyakit Hipertensi. diakses 15 Maret 2015 http://www.obathipertensi.info/dampak-penyakit-hipertensi/

Melda, Y. L. F. (2012). Perbedaan Pengaruh Terapi Napas Dalam dan Terapi Relaksasi Otot Progresif terhadap Penurunan Tekanan Darah Lansia Hipertensi di Posyandu Lansia Kelurahan Surau Gadang Kecamatan Nanggalo Padang Tahun 2012. Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Novianti, A. (2013). Perbedaan Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif dan Relaksasi Nafas Dalam terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi. Stikes Telogo Rejo Semarang

Nurman, M. (2017). Efektifitas antara Terapi Relaksasi Otot Progresif dan Teknik Relaksasi Nafas Dalam terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Desa Pulau Birandang Wilayah Kerja Puskesmas Kampar Timur Tahun 2017. Riau : FIKUPT,1(2). Oktober 2017 ISSN 2580-2194

Rezky, R. A. (2015). Pengaruh Terapi Pijat Refleksi Kaki terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Primer. Jurnal Univ Riau, 1456 – 1462

Setyaningrum, N. (2015). Efektifitas Progressive Muscle Relaxation and Slow Deep Breathing. Jurnal Kesehatan dan Keperawatan Surya Medika, 11(2)

Shanty. (2011). Silent Killer Deseases. Yogyakarta: Javalitera

Shinde. (2013). Immediate Effect of Jacobson’s Progressive Muscle Relaxation in Hypertension. Indian Journal of Physiotherapy and Occupational Therapy,7(3)

Smeltzer, S. C. (2008). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Suddarth (Ed.8, Vol. 1,2). Jakarta: EGC

Wardani, D. W. (2015). Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam sebagai Terapi Tambahan terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Tingkat 1. Semarang: UNNES

Wibawa, S. K. (2018). "Apa Saja Komplikasi yang Menyertai Hipertensi?" KOMPAS.COM. 23 Februari 2018. Retrieved Maret 17, 2018 from :. https://sains.kompas.com/read/2018/02/23/173500523/apa-saja-komplikasi-yang-menyertai-hipertensi
Published
2018-11-22
How to Cite
Sartika, A., Wardi, A., & Sofiani, Y. (2018). Perbedaan Efektivitas Progressive Muscle Relaxation (PMR) dengan Slow Deep Breathing Exercise (SDBE) terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi. Jurnal Keperawatan Silampari, 2(1), 356-370. https://doi.org/https://doi.org/10.31539/jks.v2i1.380
Abstract viewed = 194 times
pdf downloaded = 283 times