Pengembangan Soal Matematika Model Pisa untuk Mengukur Kemampuan Penalaran Matematika

  • Elya Rosalina STKIP PGRI Lubuklinggau
  • As Elly S STKIP PGRI Lubuklinggau

Abstract

The objective of the research was to developed mathematic questions of PISA model to measure students' mathematic reasoning ability of SMPN Lubuklinggau city. This is developmental research of formative research type. This research was done in two stages namely preliminary and formative evaluation including self evaluation, expert teviews and one-to-one evaluation (low resistence in revision), small group and field test (high resistence in revision). The technique of data analysis used descriptive data analysis. The findings showed that the prototype of developed questions had potential effect. It was shown from mean score of test result was 61.09 which students' mathematic reasoning ability were in good category (61-80). In conclusion, developing mathematic questions of PISA model could measure students' mathematic reasoning ability.

Keywords: Questions, PISA, Ability, Reasoning

References

Arikunto. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Ariyadi, W. (2012).Pendidikan Matematika Realistik Suatu Alternatif Pendekatan Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang).(2011). Laporan Hasil TIMSS 2007.Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Brodie, K. dkk. (2009). Teaching Mathematical Reasoning Secondary School Classroom. The Open University.

Dalyana. (2004). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Realistik pada Pokok Bahasan Perbandingan di Kelas VIII SMP. Surabaya: UNESA.

Depdiknas. (2006). Kurikulum 2006 Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs. Jakarta: Dirjen Manajemen Dikdasmen Departemen Pendidikan Nasional.

Fitriyah, N. (2013). Pengembangan Pembelajaran Matematika dengan Metode Eksplorasi dan Elaborasi untuk Melatihkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa pada Sub Pokok Bahasan Fungsi. Surabaya: UIN Sunan Ampel Surabaya.

Ketut, Sukardi Dewa. (2002). Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta

National Council of Teachers of Mathematics. (2000). Principle and Standarts of School Mathematics. Reston: NCTM.
OECD.(2009). PISA Assesment Framework.http://www.oecd.org. (17 September 2016).

Saputri, dkk.2017. Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Menggunakan Pendekatan Metaphorical Thinking Pada Materi Perbandingan Kelas Viii Di Smpn 1 Indralaya Utara.Jurnal Elemen. 3(1), 15-24.

Suherman, E. Dkk. (2003). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: Depdiknas-JICA-UPI.

Sumarmo, U. (2005). “Pembelajaran Matematika untuk Mendukung Pelaksanaan Kurikulum Tahun 2002 Sekolah Menengah”. Makalah disajikan pada seminar Pendidikan Matematika di FPMIPA Universitas Negeri Gorontalo tanggal 7 Agustus 2005.

Suryadi.(2007). Ilmu dan Aplikasi Pendidikan Bagian Tiga.Bandung: JICA-UPI.

Utami, dkk. (2014). Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas XI IPA SMAN 2 Painan Melalui Penerapan Pembelajaran Think Pair Square. Jurnal Pendidikan Matematika. (Online). 3(1)

Wahidin.(2013). Pola dan Kekeliruan Matematika, Tinjauan terhadap Kemampuan Penalaran.Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 1, Tahun 2013. ISSN 977-2338831. Bandung: STKIP Siliwangi.
Published
2018-12-30
How to Cite
Rosalina, E., & Elly S, A. (2018). Pengembangan Soal Matematika Model Pisa untuk Mengukur Kemampuan Penalaran Matematika. Journal of Education and Instruction (JOEAI), 1(2), 90-97. https://doi.org/https://doi.org/10.31539/joeai.v1i2.490
Abstract viewed = 50 times
pdf downloaded = 30 times