Strategi Pemasaran Desa Wisata melalui Organizer MICE

  • Putu Gede Wiwin Gunawasika Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Abstract

This study aimed to determine the role of the MICE organizer and the development strategy of the Bongkasa Pertiwi Tourism Village. This research is a qualitative descriptive study with data collection using questionnaires and interviews. The data obtained were analyzed in 3 stages, a) the input stage using the IFA and EFA matrices; b) analysis phase using SWOT matrix; c) the decision stage using the QSPM matrix. The results showed that at the input stage, the IFE matrix produced 16 internal factors and 12 external factors with an IFAS score of 3.53 and EFAS 3.6. The results of the SWOT matrix analysis showed that there are eight strategic factors of internal strength, and eight strategic factors of internal weakness. The results of the analysis using the QSPM matrix, there are eleven new strategies, and identified TAS values ​​and rankings. Conclusions, a) based on the SWOT Matrix and QSPM there are 11 alternative strategies in marketing Bongkasa Pertiwi Tourism Village; b) there are 3 roles of MICE, namely MICE as facilitator, MICE as promoter, and MICE as drafter.

Keywords: Tourism Village, MICE Organizer, Marketing Strategy

References

Alexander, H. B. (2014). Bisnis MICE Pesat, Indonesia Bangun Gedung Pameran Rp 3,8 Triliun. https://properti.kompas.com/read/2014/07/07/131100821/Bisnis.MICE.Pesat.Indonesia.Bangun.Gedung.Pameran.Rp.3.8.Triliun.

Alma, B. (2006). Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta

Bupati Badung. (2010). Peraturan Bupati Badung Nomor 47 Tahun 2010 tentang Penetapan Kawasan Desa Wisata di Kabupaten Badung. http://bagianhukumham.badungkab.go.id/uploads/PERBUP_47_2010.pdf

Fandeli, C. R. (2002). Pengembangan Kawasan Pedesaan sebagai Objek Wisata (Perencanaan Model Kelembagaan, Pasar dan Paket Wisata Pedesaan Sekitar Gunung Merapi). Yogyakarata: Lembaga Penelitian Universitas Gadjah Mada

Freddy, R. (2014). Analisis SWOT Teknik Pembeda Kasus Bisnis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Getz, D. (2016). Event Management and Event Tourism. New York: Cognizant Communications Corporation

Hasibuan, M. S. (2007). Manajemen SDM, (7th ed.). Jakarta: Bumi Aksara

ICCA. (2018). Statistics Report Country & City Rankings Public. Amsterdam: International Congress and Convention Association

Indrajaya, T. (2015). Potensi Industri MICE (Meeting, Incentive, Conference And Exibition) di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Jurnal Ilmiah Widya, 4(3), 80-87. http://e-journal.jurwidyakop3.com/index.php/jurnal-ilmiah/article/view/232

Karnayanti, N. M. D., & Mahagangga, I. G. A. O. (2019). Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Desa Wisata Bongkasa Pertiwi Di Kabupaten Badung. Jurnal Destinasi Pariwisata, 7(1), 54-60. https://ojs.unud.ac.id/index.php/destinasipar/article/download/53220/31487/

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 338 tentang Persetujuan Penyelenggaraan Pameran Dagang, Konvensi dan Seminar Dagang. http://jdih.kemendag.go.id/backendx/image/rancangan_peraturan/13011250_R-Permendag_tentangPERSETUJUAN_PENYELENGGARAAN_PAMERAN_DAGANG,_KONVENSI_DAN_SEMINAR_DAGANG.pdf

Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata. (2011). Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: KM.18/HM.001/MKP/2011 tentang Pedoman Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pariwisata. https://www.kemenparekraf.go.id/asset_admin/assets/uploads/media/old_all/2_%20PERMEN_TENTANG_PEDOMAN_PNPM_2013.pdf

Kotler, P. (2009). Manajemen Pemasaran. Jakarta: Indeks

Mahagangga, I. G. A. O., Anom, I. P., Suryasih, I, A., Suryawan, I. B., & Mertha, I. W. (2015). Kajian Pengembangan Desa Wisata Di Kabupaten Badung. Conference: Seminar Nasional Sains & Teknologi II, 1-9. https://www.researchgate.net/publication/342520810_KAJIAN_PENGEMBANGAN_DESA_WISATA_DI_KABUPATEN_BADUNG

Murdopo, M. (2011). Potensi Industri Mice Indonesia. Jakarta: Kementerian Perdagangan Republik Indonesia

Novaria, C.A. P. (2019). Pemerintah akan Mendorong Pengembangan Industri MICE untuk Meningkatkan Pariwisata di Indonesia Tahun Ini. https://www.alinea.id/bisnis/pemerintah-dongkrak-pariwisata-lewat-mice-b1Xbe9h08

Nuryanti, W. (1993). Concept, Perspective and Challenges, Makalah bagian dari Laporan Konferensi Internasional mengenai Pariwisata Budaya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

NV. (2018). Luncurkan Lima Desa Wisata. https://www.nusabali.com/berita/40259/luncurkan-lima-desa-wisata

Samiarta, I. G., & Mahagangga, I. G. A. O. (2016). Perkembangan Desa Wisata di Kabupaten Badung, (Studi Kasus Desa Wisata Baha). Jurnal Destinasi Pariwisata, 4(2), 114-117. https://ojs.unud.ac.id/index.php/destinasipar/article/download/25415/16551/

Tjiptono, F. (2008). Strategi Pemasaran, (3rd ed.). Yogyakarta: CV. Andi Offset

UNWTO. (2017). UNWTO Tourism Highlights: 2017 Edition. Spanyol: Poeta Joan Maragal

Yusanto, M. S., & Widjajakusuma, M. K. (2002). Menggagas Bisnis Islami. Jakarta: Gema Insani
Published
2021-10-19
How to Cite
Gunawasika, P. G. (2021). Strategi Pemasaran Desa Wisata melalui Organizer MICE. Journal of Management and Bussines (JOMB), 3(2), 63-81. https://doi.org/https://doi.org/10.31539/jomb.v3i2.2670
Abstract viewed = 0 times
pdf downloaded = 0 times