Tari Dedare Nyesek

  • Alwan Hafiz Universitas Hamzanwadi
  • M Ridwan Markarma Universitas Hamzanwadi
  • Hary Murcahyanto Universitas Hamzanwadi
  • Ummi Risti Ayuni Rahman Universitas Hamzanwadi
  • Sopiroyani Sopiroyani Universitas Hamzanwadi

Abstract

ABSTRACT

This research aims to describe the existence of Dedare Nyesek dance to the appreciation of the community in art activities in the Village of East Pringgasela Lombok Timur Regency. The method used in this research is descriptive qualitative. Data collection is done by observation, interview, and documentation. The results showed that the existence of Dedare Nyesek dance in Pringgasela Village is evidenced by the use of Dedare Nyesek dance as an art learning material in schools. Besides, Dedare Nyesek dance is also often performed at major events as government support to preserve this dance. People's appreciation of Dedare Nyesek dance is still lacking. This is due to the lack of Dedare Nyesek dance performance as well as the lack of public understanding of the meaning contained in the dance. The conclusion of the research is to preserve or improve the existence of Dedare Nyesek dance can be done by making Dedare Nyesek dance as a learning material in school. Besides, the manager and the Cultural Office also strive to display in major events held by the Cultural Office of NTB.

 

Keywords: Appreciation, Dance, Dedare Nyesek, Existence

Author Biographies

M Ridwan Markarma, Universitas Hamzanwadi

 

Hary Murcahyanto, Universitas Hamzanwadi

 

References

DAFTAR PUSTAKA
Bogdan, R., & Taylor, S. J. (1992). The social construction of humanness: Relationships with severely disabled people. Interpreting Disability: A Qualitative Reader, 275–294

Gunawan, P., Syai, A., & Fitri, A. (2016). Eksistensi Tari Likok Pulo Di Pulau Aceh Kabupaten Aceh Besar (Tahun 2005-2015). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik, 1(4)

Handayani, N. F. (2018). Eksistensi Tari Angguk Grobogan Di Sanggar Angguk Karya Remaja Desa Karangrejo Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan. lib.unnes.ac.id. https://lib.unnes.ac.id/34438/

Herawati, I. P. (2017). Eksistensi Kesenian Jepin Di Dusun Bandungan Desa Darmayasa Kecamatan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara. JOGED: Jurnal Seni Tari. http://journal.isi.ac.id/index.php/joged/article/view/1672

Ibrahim, A. S. (1994). Panduan penelitian etnografi komunikasi. Surabaya: Usaha Nasional

Ispahani, V. S. (2011). Apresiasi Sebagai Salah Satu Pendekatan dalam Pembelajaran Seni Tari di Smp. Harmonia: Journal of Arts Research And Education, 11(1)

Jazuli, M. (2011). Sosiologi Seni: Pengantar dan Model Studi Seni. Sebelas Maret University

John, W. C. (2014). Penelitian Kualitatif dan Desain Riset, Memilih diantara Lima Pendekatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Koentjaraningrat, K. (2004). Kebudayaan, mentalitas dan pembangunan. Gramedia Pustaka Utama

Lutfiana, D. (2017). Estetika Bentuk Pertunjukan Tari Lenggang Pari Di Sanggar Seni Perwitasari Kelurahan Kemandungan Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal. thesiscommons.org. https://thesiscommons.org/ynwqd

Martinus, S. (2001). Kamus kata serapan. Gramedia Pustaka Utama

Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif

Moleong, L. J. M. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif, cet. ke-35 Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Murcahyanto, H., Imtihan, Y., Yuliatin, R. R., & Mahyumi, H. S. (2020). Bentuk Dan Elemen Gerak Tari Dayang-Dayang. Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial-Humaniora, 3(2), 9–19

Ni Luh, S. (2011). Kontribusi Seni Tari Nusantara dalam Membangun Pendidikan Multikultur. MUDRA Jurnal Seni Budaya, 26(2), 126–134

Rahayuningtyas, W., Jazuli, J., Rohidi, T. R. (2019). Inheriting the Values of Mask Puppet Dance-Drama in Malang, Indonesia. Conference on Art. https://www.atlantis-press.com/proceedings/icaae-18/125910486

Rohmah, Z., Dewi, E. K., Firdiani, F. (2017). Pelestarian tari dongkrek sebagai kesenian khas daerah Madiun melalui dongkrek kreasi dan apersepsi dalam pembelajaran fisika. Prosiding SNPF . http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/snpf/article/view/1720

Rondhi, M. (2017). Apresiasi Seni dalam Konteks Pendidikan Seni. Imajinasi: Jurnal Seni, 11(1), 9–18

Setiawati, R. (2008). Seni tari. Jakarta: Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan Nasional

Sjafirah, N. A., & Prasanti, D. (2016). Penggunaan Media Komunikasi Dalam Eksistensi Budaya Lokal Bagi Komunitas Tanah Aksara Studi Deskriptif Kualitatif Tentang Penggunaan Media Komunikasi Dalam Eksistensi Budaya Lokal Bagi Komunitas Tanah

Sugiyono, P. D. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif, dan R&D. ALFABETA, cv

Tarsa, A. (2016). Apresiasi Seni: Imajinasi dan Kontemplasi dalam Karya Seni. JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia), 1(1)

Wati, R., & Malarsih, M. (2018). Eksistensi Tari Ronggeng Bugis di Sanggar Pringgadhing. Jurnal Seni Tari, 7(1), 69–79

Wulandari, R. T. (2017). Pembelajaran Olah Gerak Dan Tari Sebagai Sarana Ekspresi Dan Apresiasi Seni Bagi Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan, 1–18
Published
2021-03-23
How to Cite
Hafiz, A., Markarma, M., Murcahyanto, H., Rahman, U., & Sopiroyani, S. (2021). Tari Dedare Nyesek. Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial-Humaniora, 4(1), 7-13. https://doi.org/https://doi.org/10.31539/kaganga.v4i1.2004
Abstract viewed = 12 times
pdf downloaded = 9 times