GERAKAN SOSIAL PADA ELITE DESA DALAM PENJUALAN TANAH NEGARA DI KABUPATEN GRESIK
DOI:
https://doi.org/10.31539/pzwdnc33Abstract
Penelitian ini membahas konflik agraria di Desa Kedamean yang berkaitan dengan penjualan tanah negara oleh pemerintah desa, yang memicu munculnya gerakan petani dalam mempertahankan akses terhadap lahan pertanian. Tanah negara tersebut memiliki fungsi penting sebagai basis ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor agraris, namun terancam oleh rencana pembangunan perumahan oleh PT. Prima Damai Permai, meskipun status hukum kepemilikan tanah belum memiliki kejelasan yang pasti. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis gerakan petani yang terhimpun dalam AMPTN dalam mempertahankan tanah negara serta strategi yang digunakan dalam merespons kebijakan pemerintah desa. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AMPTN merupakan bentuk gerakan kolektif petani yang berfokus pada upaya penolakan terhadap proses penjualan tanah negara yang dianggap tidak transparan serta mendorong langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pemerintahan desa. Gerakan ini juga berhasil membangun jejaring dukungan dengan organisasi non-pemerintah, media massa, serta lembaga legislatif daerah seperti DPRD Kabupaten Gresik sebagai bagian dari strategi penguatan posisi tawar dalam konflik agraria. Kesimpulannya, gerakan AMPTN mencerminkan bentuk resistensi sosial masyarakat desa dalam mempertahankan akses terhadap sumber daya agraria yang vital bagi keberlanjutan hidup mereka. Keterbatasan sumber daya finansial menjadi faktor yang memengaruhi pola gerakan, sehingga mobilisasi lebih banyak mengandalkan solidaritas sosial serta dukungan jaringan eksternal dibandingkan penggunaan bantuan hukum formal seperti advokat.
References
Aminah, S., & Roikan. (2019). Pengantar Metode Penelitian Kualitatif Ilmu Politik. Jakarta. Prenadamedia Group.
Deliarnov, D. (2007). Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Jakarta. Rajawali Pers.
Mas’ud, I. (2016). Wacana lintas Pemikiran: Interelasi Pemikiran Tokoh Dunia. Yogyakarta. Media Kreativa.
Mashud, M. (2017). Petani vs Negara: Sosial Petani Melawan Hegemoni Negara. Yogyakarta. Ar-Ruzz Media.
Neuman, W. L. (2015). Metodologi Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Jakarta. Indeks.
Patria, N., & Arief, A. (2015). Antonio Gramsci: Negara & Hegemoni. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Rachman, N. F. (2017). Land reform dan Gerakan Agraria Indonesia. Yogyakarta. Insist Press.
Rachman, N. F. (2017). Petani dan Penguasa: Dinamika Perjalanan Politik Agraria Indonesia. Yogyakarta. Insist Press.
Raco, J. R. (2010). Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Karakteristik, dan Keunggulannya. Jakarta. Grasindo.
Rusmanto, J. (2017). Sosiologi Politik: Gerakan Sosial dan Pengaruhnya terhadap Studi Perlawanan. Surabaya. Pustaka SAGA.
Sadikin, S., & Samandawai, S. (2007). Konflik keseharian di pedesaan Jawa. Bandung. Yayasan Akatiga.
Scott, J. C. (2000). Senjatanya Orang-orang yang Kalah: Bentuk-bentuk Perlawanan Sehari-hari Kaum Tani. Jakarta. Yayasan Obor Indonesia.
Singh, R. (2010). Gerakan Sosial Baru. Yogyakarta. Resist Book.
Soetomo, S. (1986). Politik dan Administrasi Agraria. Surabaya. Usaha Nasional.
Sukmadinata, N. S. (2015). Metode Penelitian. Bandung. Remaja Rosdakarya.
Sukmana, O. (2016). Konsep dan Teori Gerakan Sosial. Malang. Intrans Publishing.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Abdulloh Moh Rifqi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

