Pemerataan Akses Pendidikan Bagi Anak Putus Sekolah di Provinsi Nusa Tenggara Barat

  • I Nyoman Wijana Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Mataram
  • Muhamad Suhardi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Mataram

Abstract

This study aims to reveal, explain, and describe the social reality that occurred in West Nusa Tenggara, namely the expansion and equitable access to education for abandoned children. The research was conducted using a qualitative approach, by phenomenology method. The results of this study indicate that access to education for abandoned children in West Nusa Tenggara is very low. From the aspect of the availability of facilities facilitated by the Provincial Government, there is only one orphanage that handles abandoned children education, located in a provincial city serving ten districts. From the aspect of affordability, abandoned children find it difficult to reach the education provided by the government, caused by poverty, and the distance between cities in West Nusa Tenggara.

Keywords: Expansion, Equity, Access to Education, Child Dropouts

References

Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat Kerjasama dengan BAPPEDA Provinsi NTB. (2011). Nusa Tenggara Barat Dalam Angka, Mataram: BPS Provinsi NTB.

Bourdieu, Pierre. (2009). Habitus, Modal dan Ranah, Pengantar Paling Komprehensif Kepada Pemikiran Pierre Bourdieu. Bandung: Jalasutra.

Foucault, Michel, Penerjemeh Yudi Santosa. (2002). Wacana Kuasa Pengetahuan. Yogyakarta: Bentang Budaya.
Freire, Paulo. (2008). Pendidikan Kaum Tertindas. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, (2010). Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2010-2014.

Mahfud, Choirul. (2009). 39 Tokoh Sosiologi Politik Dunia. Surabaya: Jaring Pena Lini Penerbitan JP Books.

Mujiyadi, B. (2011). Studi Kebutuhan Pelayanan Anak Jalanan, Jakarta: P3KS Press.

Robbins, Stephen, P. & Coulter Mary. (2012). Management England: Pearson Education Limited.

Setiawan, Hari Harjanto & Wardianti, Ardhani. (2010). Kelompok Belajar Kancil Sebagai Upaya Pemenuhan Hak Pendidikan Anak Penjual Kresek di Pasar Ujung Berung, Jakarta: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, Vol.15, No.2, Kementerian Sosial RI.

Schermerhorn, John, R. (2010). Introduction To Management, USA: John Wiley & Son Inc.

Sitepu, Anwar dan Irmayani. (2010). Isu-Isu Penelantaran, Pengucilan, dan Kerentanan Anak di Jakarta Barat,Jakarta: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol.15, No.03, Kementerian Sosial RI.

Sumarno, Setyo. (2004). Model Penanganan Anak Terlantar Berbasis Kekerabatan. Jakarta: Puslitbang UKS-Balatbang Sosial-Departemen Sosial RI.

Tilaar, H.A.R. (2009) Kekuasaan dan Pendidikan, Manajemen Pendidikan Nasional Dalam Pusaran Kekuasaan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

_________, & Nugroho, Riant. (2009). Kebijakan Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Widodo, Nurdin. (2010). Potret Remaja Terlantar Studi Kasus Pada Panti Sosial Bina Remaja (PSBR), Jakarta: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol.15, No.01, Kementerian Sosial RI.
Published
2018-06-19
How to Cite
Wijana, I. N., & Suhardi, M. (2018). Pemerataan Akses Pendidikan Bagi Anak Putus Sekolah di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Journal Of Administration and Educational Management (ALIGNMENT), 1(1), 11-23. https://doi.org/https://doi.org/10.31539/alignment.v1i1.210