PENGARUH KOMPETENSI, BUDAYA ORGANISASI, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI

Authors

  • Reisanty Djami Politeknik Negeri Kupang
  • Hwianus Hwianus Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.31539/mksrqe35

Keywords:

Kompetensi, Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, Kinerja Karyawan, SEM-PLS

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh kompetensi, budaya organisasi, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediasi di PT Canayu Telaga Pratama Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Seluruh populasi sebanyak 70 karyawan dijadikan sampel melalui sampling jenuh. Data dikumpulkan dengan kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan SEM-PLS dengan bootstrapping 5.000 subsampel. Kompetensi (β = 0,283), budaya organisasi (β = 0,388), dan motivasi kerja (β = 0,261) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Kompetensi berpengaruh langsung terhadap kinerja (β = 0,235; p = 0,029), sedangkan budaya organisasi dan motivasi kerja tidak signifikan secara langsung. Kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja (β = 0,415; p < 0,001) serta memediasi secara parsial pengaruh kompetensi dan secara penuh pengaruh budaya organisasi serta motivasi kerja. Model menjelaskan 50,3% variasi kepuasan kerja dan 54,1% variasi kinerja. Temuan menegaskan pentingnya kepuasan kerja sebagai jalur penghubung faktor individu dan organisasi dengan kinerja.

References

1. Bili, M. G., Amalo, O. S. C., Man, S., & Djuang, G. (2024). The influence of competency, leadership and organizational culture mediated by job satisfaction on the performance of General Bureau Employees of the Regional Secretariat of East Nusa Tenggara Province. Manajemen dan Bisnis, 23(2), 491–500. https://doi.org/10.24123/jmb.v23i2.811.

2. Budiyanto, N. E., Indarto, I., & Budiati, Y. (2024). Analisis pengaruh beban kerja dan kompetensi terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening: Studi pada Kantor KPP Madya Dua Semarang. Manajemen dan Bisnis, 6(2).

3. Cohen, J. (1988). Statistical power analysis for the behavioral sciences (2nd ed.). Lawrence Erlbaum Associates.

4. Demanto, A., Fanggidae, R. E., & Maak, C. S. (2025). Pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan pada Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang. GLORY Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial, 6(1). https://doi.org/10.70581/glory.v6i1.16982.

5. Fornell, C., & Larcker, D. F. (1981). Evaluating structural equation models with unobservable variables and measurement error. Journal of Marketing Research, 18(1), 39–50.

6. Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2022). A primer on partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) (3rd ed.). Sage Publications.

7. Hair, J. F., Risher, J. J., Sarstedt, J., & Ringle, C. M. (2019). When to use and how to report the results of PLS-SEM. European Business Review, 31(1), 2–24.

8. Herzberg, F., Mausner, B., & Snyderman, B. B. (1959). The motivation to work (2nd ed.). John Wiley & Sons.

9. Henseler, J., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2015). A new criterion for assessing discriminant validity in variance-based structural equation modeling. Journal of the Academy of Marketing Science, 43, 115–135.

10. Hu, L., & Bentler, P. M. (1999). Cutoff criteria for fit indexes in covariance structure analysis: Conventional criteria versus new alternatives. Structural Equation Modeling, 6(1), 1–55.

11. Iskandar, Y. W. (2025). Peran pemediasian kepuasan kerja pada pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. Public Administration Journal (PAJ), 9(1).

12. Kock, N. (2015). Common method bias in PLS-SEM: A full collinearity assessment approach. International Journal of e-Collaboration, 11(4), 1–10.

13. Luterlean, B. S., & Sitorus, N. I. (2025). Pengaruh budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, 14(3), 1083–1094. https://doi.org/10.14710/jiab.2025.47047.

14. McClelland, D. C., Atkinson, J. W., Clark, R. A., & Lowell, E. L. (1953). The achievement motive. Appleton-Century-Crofts.

15. Pratiwi, P. A. (2025). Pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk Cabang Jayapura. Reliability: Jurnal Ilmu Manajemen. https://doi.org/10.55098/2rv88g91.

16. Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2019). Organizational behavior (18th ed.). Pearson.

17. Santoso Ali, B., Subagja, I. K., & Harri, M. (2025). Pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening PT Asuransi Kredit Indonesia. Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana, 13(1), 80–91. https://doi.org/10.35137/jmbk.v13i1.190.

18. Spencer, L. M., & Spencer, S. M. (1993). Competence at work: Models for superior performance. John Wiley & Sons.

19. Setiyaningsih, N., Khajar, I., & Nurhidayati, N. (2025). Pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja guru dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening: Studi kasus pada SMA Negeri 10 Semarang. ECo-Fin, 7(2), 910–924. https://doi.org/10.32877/ef.v7i2.2432.

20. Shokib, S., Budiyati, Y., & Widiastuti, H. (2024). Peran kepuasan kerja sebagai pemediasi pengaruh budaya organisasi dan motivasi terhadap kinerja karyawan. Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis, 17(3). https://doi.org/10.26623/jreb.v17i3.11029.

21. Zhao, X., Lynch, J. G., & Chen, Q. (2010). Reconsidering Baron and Kenny: Myths and truths about mediation analysis. Journal of Consumer Research, 37(2), 197–206.

Downloads

Published

2026-10-23