Pemikiran R.A. Kartini dalam Memperjuangkan Emansipasi Perempuan di Hindia Belanda Tahun 1898-1904

Authors

  • Niza Junica Universitas PGRI Silampari
  • Andriana Sofiarni Universitas PGRI Silampari
  • Isbandiyah Universitas PGRI Silampari

DOI:

https://doi.org/10.31539/7xc5jd17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran R.A. Kartini dalam memperjuangkan emansipasi perempuan di Hindia Belanda pada tahun 1898–1904, dengan fokus pada latar belakang lahirnya pemikiran Kartini, bentuk-bentuk pemikirannya mengenai emansipasi perempuan, serta nilai historis pemikiran tersebut dalam sejarah Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian historis melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber data terdiri atas sumber primer berupa surat-surat R.A. Kartini yang dihimpun dalam Door Duisternis Tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang) serta sumber sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran R.A. Kartini lahir sebagai respons terhadap kondisi perempuan pribumi pada masa kolonial yang mengalami berbagai bentuk ketidakadilan akibat sistem kolonial Belanda, budaya patriarki, dan feodalisme Jawa. Pemikiran tersebut berkembang melalui korespondensi Kartini dengan sahabat-sahabatnya di Belanda pada periode 1898–1904 dan berpusat pada empat gagasan utama, yaitu kesetaraan hak perempuan, pentingnya pendidikan perempuan, kebebasan berpikir dan pengembangan diri, serta peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Pendidikan menjadi inti pemikiran emansipasi Kartini, sedangkan perjuangannya dilakukan melalui tulisan, surat-menyurat, dan aktivitas pendidikan. Secara historis, pemikiran Kartini memberikan kontribusi terhadap emansipasi perempuan, perkembangan pendidikan, modernisasi, dan kebangkitan nasional Indonesia.

 

Kata kunci: R.A. Kartini, emansipasi perempuan, Hindia Belanda, pendidikan perempuan, sejarah.

Downloads

Published

2026-09-29