Nilai Budaya dalam Tradisi Pencak Silat Rejang Pat Petulai Kabupaten Bengkulu Utara
DOI:
https://doi.org/10.31539/3n4ecq54Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian nilai budaya lokal dalam tradisi Pencak Silat Rejang Pat Petulai Kabupaten Bengkulu Utara. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai seni bela diri, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai moral, sosial, dan spiritual melalui sastra lisan berupa tuturan dan pantun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai budaya dalam tradisi Pencak Silat Rejang Pat Petulai Kabupaten Bengkulu Utara. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Data penelitian berupa tuturan dan pantun yang diperoleh dari sesepuh, pesilat senior, dan pesilat pemula melalui teknik observasi langsung, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 44 data nilai budaya dalam hubungan manusia antara lain, nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan 6 data, nilai budaya hubungan manusia dengan alam 10 data, nilai budaya hubungan manusia dengan masyarakat 10 data,nilai budaya hubungan manusia dengan manusia lain 10 data nilai budaya hubungan manusia dengan dirinya sendiri 8 data.
Kata Kunci: Nilai Budaya, Pencak Silat Rejang Pat Petulai, Sastra Lisan, Tradisi Lokal
References
Andarawati. (2025). Meaning in literature. LINGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 3(2), 582.
Aprieska, R. (2021). Strategi pendefinisian makna dalam karya sastra bergenre fiksi ilmiah Interworld dan terjemahannya. Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan, 13(1), 51–60.
Chaer, A. (2009). Linguistik umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Efendi, K. Y. (2023). Teori pencak silat. Bandar Lampung: Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Firmanda, G. E. (2022). Struktur dan fungsi lisan. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 11(6), 1–10.
Firmanda, G. E., Effendy, C., & Priyadi, A. T. (2022). Struktur dan fungsi sastra lisan masyarakat Senganan Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 11(6), 1–10.
Idris, M. (2024). Nilai-nilai budaya dalam tradisi Sayyang Pattu'du pada masyarakat Mandar. Tumanurung: Jurnal Sejarah dan Budaya, 4(1), 119–130.
Magara, I. (2025). Interaksi sosial dan pembentukan nilai-nilai budaya. Padang: CV. Gita Lentera.
Koentjaraningrat. (2014). Kebudayaan, mentalitas, dan pembangunan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Meirita, S., Suka, R. G., & Saputri, A. H. (2021). Transformasi sastra lisan syair dalam pertunjukan tari. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 6(2), 371–377.
Mita, U., et al. (2021). Implementation of cultural values of traditional houses in learning. Journal of Education Management, 5(2), 45–52.
Prasetyo, O., & Kumalasari, D. (2021). Nilai-nilai tradisi Peusijuek sebagai pembelajaran sejarah berbasis kearifan lokal. Mudra: Jurnal Seni Budaya, 36(3), 359–365.
Putri, F. N., Saepudin, S., & Fitrianah, R. D. (2025). Nilai sosial dan budaya tari Randai sebagai kearifan lokal masyarakat di Desa Kembang Mumpo, Kecamatan Semidang Atas, Kabupaten Seluma. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 4(3), 1341–1352.
Rahmawati, D. (2025). Nilai-nilai sosial dan budaya dalam tradisi Mantu Poci di Kota Tegal, Jawa Tengah (kajian antropologi sastra). Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya, 2(2).
Ramadinah, D., Setiawan, F., Ramadanti, S., & Sulistyowati, H. (2022). Nilai-nilai budaya dan upaya pembinaan aktivitas keagamaan di MTs N 1 Bantul. [Nama jurnal belum lengkap], 4, 84–95.
Romadho, E., & Muharram, N. A. (2025). Efforts to improve learning outcomes of pencak silat kick through learning modification in grade VI students of SD Negeri Mojoroto 2, Kediri City in 2024/2025. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 3(5), 42–50.
Salwa, C., Maulana, L. S., Pratiwi, M., Bahtiarudin, M., & Julianto, I. R. (2025). Antropologi sastra: Kebudayaan yang terdokumentasikan dalam karya sastra. Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra), 2(1), 30–41.
Semadi, A. (2022). Hakikat dan fungsi sastra lisan dalam memuliakan pendidikan budi pekerti. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 33(1), 1–16.
Silalahi, S., Lubis, M. S., & Harahap, S. M. (2023). Analisis struktur pantun karya siswa kelas VII SMP Swasta Tiga Bukit Kecamatan Barus. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1), 59–65.
Wahyuni, L., Cao, J., Wahyuni, S., Mujianto, G., & Vinahari, D. K. (2024). The role of literature in shaping cultural identity and social consciousness in contemporary education. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 10(2).
Wajo, K. (2025). Struktur dan fungsi sastra lisan dalam cerita rakyat Strauss. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(4), 4620–4629.
Zulaikah, A., Oktaviana, A., Rahmawati, A., & Wijayanti, D. (2025). Semantik dalam karya sastra dan jenisnya. KABASTRA: Kajian Bahasa dan Sastra, 4(2), 256–266.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zely Adesti Zely Adesti, Ira Yuniati, Hafiz Gunawan, Hasmi Suyuthi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

