Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Film Setetes Embun Cinta Niyala Sutradara Anggy Umbara

Authors

  • Umi Fitriani Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Hafiz Gunawan Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Ira Yuniati Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Elyusra Universitas Muhammadiyah Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.31539/ww6r5277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan prinsip kesantunan berbahasa menurut teori Geoffrey Leech dalam dialog antartokoh film Setetes Embun Cinta Niyala karya sutradara Anggy Umbara. Fokus utama penelitian ini adalah enam maksim kesantunan, serta mengidentifikasi maksim yang paling dominan dalam tuturan para tokoh. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian pragmatik, khususnya dalam penerapan prinsip kesantunan berbahasa dalam media film, serta memberikan wawasan tentang nilai-nilai kesantunan yang direpresentasikan melalui dialog dalam karya audiovisual.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa simak bebas libat cakap. Data berupa tuturan para tokoh dalam film berdurasi 109 menit yang mengandung unsur kesantunan berbahasa. Prosedur analisis meliputi tahap pengumpulan data, identifikasi, klasifikasi, interpretasi berdasarkan teori Leech, serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 74 tuturan yang mencerminkan prinsip kesantunan berbahasa, dengan rincian: maksim kebijaksanaan (9 tuturan), kedermawanan (15), penghargaan (8), kesederhanaan (13), pemufakatan (12), dan kesimpatian (17). Maksim yang paling dominan adalah maksim kesimpatian dan kedermawanan, sedangkan maksim penghargaan merupakan yang paling sedikit muncul.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa film Setetes Embun CintaNiyala tidak hanya menyajikan komunikasi verbal antar tokoh, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai kesantunan berbahasa yang mencerminkan empati dan kemurahan hati dalam interaksi sosial. Sebagai saran, penelitian selanjutnya dapat memperluas kajian dengan membandingkan prinsip kesantunan dalam berbagai genre film atau mengaitkannya dengan konteks budaya dan sosial yang lebih luas.

 

Kata Kunci: Film Setetes Embun Cinta Niyala, Kesantunan Berbahasa, Maksim Leech, Pragmatik

References

Ariyana, E., Nopriani, H., & Tansilo, H. (2023). Prinsip kesantunan berbahasa pada film Cinta Subuh karya Alii Farighi. Bastrando: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 91–104.

Arsika, M. P. (2025). Setetes embun cinta Niyala (Film, sutradara Anggy Umbara).

Budiwati, T. (2017). Kesantunan berbahasa dalam komunikasi. Jurnal Pendidikan Bahasa, 5(2), 559–567.

Chaer, A. (2010). Kesantunan berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.

Fitrianu, D., Lidya, L., & Yunus, M. (2023). Analisis penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa dalam film Imperfect The Series 2 karya Ernest Prakasa. Dalam Prosiding Seminar Nasional UNARS, 2(1), 312–323. Situbondo: Universitas Abdurachman Saleh.

Hannarisa, S., & Putikadyanto, A. P. A. (2021). Kesantunan berbahasa dalam film Sejuta Sayang Untuknya karya Herwin Noviant: Kajian pragmatik. Mardibasa: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2), 259–277.

Krissandy. (2014). Unsur-unsur film. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.

Leech, G. (1993). Prinsip-prinsip pragmatik (M. D. Oka, Trans.). Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Listiyapinto, R. Z. (2024). Analisis wacana kritis dalam film Budi Pekerti. Wacana: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 8(1), 11–17.

Mahmudah, S., Yanuarsih, S., & Letreng, I. W. (2025). Kesantunan berbahasa dalam film Miracle in Cell No. 7 karya Hanung Bramantyo: Kajian pragmatik. Deiktis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(4), 5772–5786.

Milenia, N. S., & Yuliyanto, A. (2022). Kesantunan berbahasa pada tokoh utama pria dalam film Wedding Agreement: Kajian pragmatik. Bapala: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran, 9(9), 55–66.

Moleong, L. J. (2014). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurfadia, F., & Antono, M. N. (2023). Analisis kesantunan berbahasa dalam tuturan pemeran film Habibie dan Ainun 3. Journal of Educational Language and Literature, 1(2), 42–52.

Paramita, P., Harsono, H., & Sawitri, S. (2023). Analisis pragmatik tuturan tokoh dalam cerpen anak. Jurnal Bahasa dan Sastra, 7(1), 14–22.

Pramujiono, A., Suhari, S. H., Rachmadtullah, R., Indrayanti, T., & Setiawan, B. (2020). Kesantunan berbahasa, pendidikan karakter, dan pembelajaran yang humanis. Malang: Indocamp.

Pratista, H. (2008). Memahami film. Yogyakarta: Homerian Pustaka.

Rahardi, K. (2005). Pragmatik: Kesantunan imperatif bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Sari, N., Nopriani, H., & Pebrianti, I. T. (2025). Analisis kesantunan berbahasa dalam film Ancika 1995 karya Pidi Baiq. Bastrando: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1), 1–16.

Wulansafitri, I., & Syaifudin, A. (2020). Kesantunan berbahasa dalam tuturan film My Stupid Boss 1. Jurnal Sastra Indonesia, 9(1), 21–27.

Yule, G. (2014). Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Downloads

Published

2026-03-30