Mitos dalam Cerita Rakyat Singaran Pati Raja Sungai Hitam Karya Elvi Ansori
DOI:
https://doi.org/10.31539/yrejpy43Abstract
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis mitos dalam cerita rakyat Singaran Pati Raja Sungai Hitam karya Elvi Ansori, meliputi bentuk mitos, awal mula mitos, jenis mitos, dan fungsi mitos. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan struktural Lévi-Strauss. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat terhadap teks cerita rakyat (2016). Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima bentuk mitos, yaitu: mitos sumpah, mitos kesaktian tokoh, mitos benda sakti, mitos makhluk gaib, dan mitos tanda-tanda supranatural. Jenis mitos yang mendominasi adalah legenda dengan unsur mite. Fungsi mitos meliputi: pengendali perilaku dan norma sosial, penanam nilai moral dan religius, pelestari budaya dan identitas kolektif, serta pemberi rasa aman. Cerita rakyat ini mengandung nilai religius, moral, sosial, budaya, serta nilai kepahlawanan yang relevan sebagai bahan ajar Bahasa dan Sastra Indonesia.
Kata Kunci: Bengkulu, Cerita Rakyat, Mitos, Singaran Pati Raja Sungai Hitam, Struktural Lévi-Strauss
References
Ahimsa-Putra, H. S. (2001). Strukturalisme Lévi-Strauss: Mitos dan karya sastra. Yogyakarta: Galang Press.
Ahimsa-Putra, H. S. (2021). Membaca mitos sebagai sistem tanda yang dinamis. Jurnal Kajian Budaya, 17(2), 1–15.
Ansori, E. (2016). Singaran Pati Raja Sungai Hitam. Bengkulu: Dinas Kebudayaan Provinsi Bengkulu.
Barthes, R. (1972). Mythologies. New York, NY: Hill and Wang.
Bascom, W. (1965). The forms of folklore: Prose narratives. The Journal of American Folklore, 78(307), 3–20.
Danandjaja, J. (2007). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Danandjaja, J. (2009). Folklor sebagai wahana pewarisan nilai. Dalam Sukatman, Pengantar folklor Indonesia (hlm. tidak tersedia). Jakarta: PT Bumi Aksara.
Eliade, M. (1963). Myth and reality. New York, NY: Harper & Row.
Endraswara, S. (2006). Metodologi penelitian kebudayaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Endraswara, S. (2020). Metodologi kajian mitos Nusantara. Yogyakarta: Narasi.
Harpriyanti, H. (2022). Mitos pada cerita rakyat Gunung Bromo. Jurnal Sastra dan Budaya, 8(1), 20–35.
Iswidayati, S. (2007). Fungsi mitos dalam kehidupan sosial budaya masyarakat. Jurnal Harmonia, 8(2), 178–190.
Kartodirdjo, S. (1986). Kebudayaan dan folklor Indonesia. Jakarta: LP3ES.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Lévi-Strauss, C. (1963). Structural anthropology. New York, NY: Basic Books.
Malinowski, B. (1948). Magic, science and religion and other essays. Boston, MA: Beacon Press.
Maryatin. (2018). Cerita rakyat sebagai warisan budaya kolektif. Jurnal Pendidikan Bahasa, 5(1), 11–25.
Ratna, N. K. (2011). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ratna, N. K. (2021). Sastra dan cultural studies. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rato, D. (2009). Filsafat hukum: Mencari dan memahami hukum. Yogyakarta: Laksbang Pressindo.
Sari, A. P. (2017). Analisis cerita rakyat Kutai Aji Batara Agung Dewa Sakti ditinjau dari fungsi aspek mitos dalam masyarakatnya. Jurnal PBSI Universitas Mulawarman, 1, 331–340.
Van Peursen, C. A. (2018). Strategi kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.
Yustitia, R. (2020). Mitos dalam kumpulan cerita Pekalongan. Jurnal Bahasa dan Sastra, 12(1), 45–60.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Candra Wiguna, Elyusra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

