Konflik Batin Tokoh Utama dalam Film My Annoying Brothers adalah Dina Jasanti
DOI:
https://doi.org/10.31539/jdvjc660Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami konflik batin tokoh dalam karya sastra, khususnya film. Film My Annoying Brother mengisahkan perjalanan hidup Kemal (Angga Yunanda), seorang atlet judo nasional berbakat yang mengalami konflik batin mendalam setelah kehilangan penglihatannya akibat kecelakaan. Kondisi tersebut memunculkan berbagai pergulatan emosional dalam diri Kemal, seperti perasaan marah, kecewa, putus asa, dan kehilangan makna hidup. Konflik batin Kemal semakin kuat dengan kehadiran kakaknya, Jaya (Vino G. Bastian), seorang mantan narapidana yang dibebaskan bersyarat dan ditugaskan untuk merawat Kemal.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk konflik batin, faktor penyebab, dan penyelesaian konflik batin tokoh utama dalam film My Annoying Brother sutradara Dinna Jasanti. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Data penelitian berupa dialog dan adegan yang menunjukkan konflik batin tokoh utama dengan teknik pengumpulan data simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 83 data konflik batin yang meliputi depresi (8 data), frustasi (4 data), marah (10 data), kesedihan (15 data), kecemasan (21 data), rasa salah (9 data), dan kebimbangan (16 data). Bentuk yang paling dominan adalah kecemasan. Faktor penyebab konflik batin meliputi kebutuhan fisiologis, keamanan, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri, dengan yang paling dominan adalah kebutuhan sosial (37 data). Penyelesaian konflik batin meliputi mencari penyebab utama, berpikir positif, berani membuat keputusan, fokus pada diri sendiri, dan berdamai dengan takdir. Temuan ini menunjukkan bahwa konflik batin tokoh utama menggambarkan proses penerimaan diri dan perkembangan karakter dalam film.
Kata Kunci: Film, Konflik Batin, Pendekatan Psikologi Sastra, Tokoh Utama
References
Asri, R. (2020). Membaca film sebagai sebuah teks: Analisis isi film. Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial, 1(2).
Fabiano, G. M., & Adam, N. K. (2020). Analisis konflik dalam karya sastra. Jurnal Samudra Bahasa, 3(1), 36–44.
Firdaus, S., & Sobari, D. (2022). Analisis konflik batin tokoh utama dalam film Abla Fahita Drama Queen. Kitabina: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab, 2(2), 48–61. https://doi.org/10.19109/kitabina.v2i02.13555
Galaksi, N., & Poppy, K. (2022). Analisis psikologi sastra terhadap tokoh dalam novel Galaksi karya Poppy Pertiwi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Bandar Lampung, 557–564.
Wahyuni, H., Jaya, W. S., & Mulyono, F. R. (2021). Analisis tokoh dalam novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3.
Hutabarat, K. M., Syafrial, S., & Burhanudin, D. (2023). Konflik batin dalam film Kukira Kau Rumah: Kajian psikologi sastra. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(10), 7652–7656. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i10.2994
Meizora, T., & Radoti, N. V. (2021). Konflik batin tokoh Kibitsuji Muzan dalam karya sastra. [Nama jurnal tidak tersedia], 7(2), 107–116.
Moleong, L. J. (2010). Metodologi penelitian kualitatif (Ed. revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nurgiyantoro, B. (2013). Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nur, S., Tara, A., Rohmadi, M., & Saddhono, K. (2020). Konflik batin tokoh utama dalam novel Kaliluna: Luka di Salamanca karya Ruwi Meita dan relevansinya sebagai bahan ajar sastra di SMA. [Nama jurnal tidak tersedia], 7, 103–112.
Nurdewi. (2022). Sentri: Jurnal riset ilmiah. Sentri: Jurnal Riset Ilmiah, 1(2), 297–303.
Siswantoro. (2010). Metode penelitian sastra: Analisis struktur puisi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indah Permata, Man Hakim, Ira Yuniati, Yanti Paulina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

