Analisis Semiotika Makna Ekokritisisme pada Lirik Lagu “Guna Manusia” Karya Barasuara
DOI:
https://doi.org/10.31539/6f393996Abstract
Penelitian ini mengkaji makna ekokritisisme dalam lirik lagu Guna Manusia karya Barasuara menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Penelitian ini berfokus pada identifikasi hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified) dalam merepresentasikan persoalan ekologis yang terdapat dalam lirik lagu. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif interpretative dengan pendekatan semiotika yang didukung perspektif ekokritisisme. Sumber data penelitian berupa lirik lagu Guna Manusia dalam album Pikiran dan Perjalanan yang dirilis pada tahun 2018. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis teks dengan membagi lirik ke dalam beberapa bait, kemudian menafsirkan tanda berupa kata, frasa, dan ungkapan yang berkaitan dengan makna ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu tersebut merepresentasikan berbagai persoalan ekologis, seperti penurunan permukaan tanah, pemanasan global, kerusakan lingkungan, dan berkurangnya ruang hidup manusia akibat aktivitas manusia yang tidak terkendali. Melalui penggunaan diksi metaforis dan simbolik, lagu ini menggambarkan relasi manusia dengan alam yang semakin tidak seimbang. Penelitian ini menunjukkan bahwa lirik lagu tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi estetis, tetapi juga sebagai media kritik ekologis dan refleksi sosial terhadap krisis lingkungan.
Kata kunci: Barasuara, Ekokritisisme, Guna Manusia, Lirik Lagu, Semiotika Ferdinand de Saussure,
References
Adelawati, M., Sudarmawan, H., & Ambarwati, P. (2024). Analisis semiotik: Penanda dan petanda dalam Maulid Syaraf Al-Anam karya Al-Hariri (Pendekatan Ferdinand de Saussure). In Proceedings of International Conference on Islamic Civilization and Humanities. https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/iconfahum/article/view/1831
Arbain, A. (2020). Alam sebagai media kehidupan manusia dalam novel Kubah di Atas Pasir: Kajian ekologi sastra. Puitika, 16(1), 103–121. https://doi.org/10.25077/puitika.16.1.103-121.2020
Arliani, N., & Adiyanto, W. (2025). Representasi kecemasan dalam lirik lagu “Rehat” Kunto Aji: Analisis semiotika Ferdinand de Saussure. J-Innovative. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/2052
Barasuara. (2018). Guna manusia [Song lyrics]. Genius. https://genius.com/Barasuara-guna-manusia-lyrics
Barzah, A. Z. D. A., & Al Anshory, A. M. (2022). Makna cinta dalam lirik lagu “Bismillah Cinta” karya Sigit Purnomo: Analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Hasta Wiyata, 5(2), 165–177. https://doi.org/10.21776/ub.hastawiyata.2022.005.02.07
Cahya, S. I. A., & Sukendro, G. G. (2022). Musik sebagai media komunikasi ekspresi cinta: Analisis semiotika lirik lagu “Rumah ke Rumah” karya Hindia. Koneksi, 6(2), 246-254. https://doi.org/10.24912/kn.v6i2.15565
Darma, S., Sahri, G., Hasibuan, A., Wirta, W., Silitonga, I., Sianipar, V. M. B., & Hasyim, M. (2022). Pengantar teori semiotika. CV. Media Sains Indonesia.
Dayu, B. S. A., & Syadli, M. R. (2023). Memahami konsep semiotika Ferdinand de Saussure dalam komunikasi. LANTERA: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 1(2). https://doi.org/10.30999/lantera.v1i2.2774
Erlangga, C, Y., Utomo, I. W., & Anisti. (2021). Konstruksi nilai romantisme dalam lirik lagu: Analisis semiotika Ferdinand de Saussure pada lirik lagu “Melukis Senja”. Linimasa: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(2), 149-150.
Hidayat, R. (2014). Analisis semiotika makna motivasi pada lirik lagu “Laskar Pelangi” karya Nidji. https://ejournal.ilkom.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2014/02/ejournal%20yayat%20(02-22-14-05-15-40).pdf
Karlina, E. M. (2025). Ekokritisisme dalam cerpen kontemporer Indonesia: Menelusuri jejak sastra hijau. PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 3(2), 241–254. https://doi.org/10.58540/pijar.v3i2.851
Najiyah, D., & Patriansah, M. (2024). Analisis semiotika pada poster “Efek Samping Sedentary Lifestyle” menggunakan pendekatan Ferdinand de Saussure. Jurnal Seni Rupa dan Desain, 2(1).
Nathaniel, A., & Sannie, A. W. (2020). Analisis semiotika makna kesendirian pada lirik lagu “Ruang Sendiri” karya Tulus. SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik, 19(2), 41–53. https://doi.org/10.19184/semiotika.v19i2.10447
Patriansah, M., Yulius, Y., & Sapitri, R. (2021). Communication signs behind Aji Windu Viatra’s poster: A Saussure semiotic study. Jurnal Ekspresi Seni. 23(1). 217-228.
Rachman, M. Z. (2022). Representasi pertobatan ekologi pada lagu-lagu Rahasia Band: Suatu tinjauan ekokritik. Nuansa Indonesia, 24(2). https://doi.org/10.20961/ni.v24i2.71400
Ratnaduhita, C., Riyanto, E. D., & Khusyairi, J. A. (2025). Representasi cinta dalam lirik lagu “Kupu-Kupu” oleh Tiara Andini: Analisis semiotika Roland Barthes. PROMUSIKA, 13(1), 1–12. https://doi.org/10.24821/promusika.v13i1.15213
Ridwan, M. (2025). Pesan ekologi dalam seni musik: Analisis semiotika pada lirik lagu “Adek” karya grup musik Nosstress. Journal of Science and Social Research, 8(2), 3210–3221. https://doi.org/10.54314/jssr.v8i2.3187
Sanggita Sekareka. (2023). Makna istilah-istilah politik pada lirik lagu dalam album Pikiran dan Perjalanan Barasuara: Kajian semiotika Riffaterre. Nuansa Indonesia, 25(1), 162–174. https://jurnal.uns.ac.id/ni/article/view/81765
Setiawati, A., Wulandari, S., & Putri, V. (2021). Analisis gaya bahasa dalam lirik lagu “Bertaut” Nadin Amizah: Kajian stilistika. Jurnal Penelitian Humaniora. 26(1). 26-37. https://doi.org/10.21831/hum.v26i1.41373
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Feleryo Akbar Pradana, Antonius Edi Nugroho

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

