Gaya Bahasa Ironi dalam Film Imperfect Karya Ernest Prakasa
DOI:
https://doi.org/10.31539/59ervq90Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna gaya bahasa ironi dalam film Imperfect karya Ernest Prakasa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya penggunaan bahasa sindiran dalam kehidupan sosial yang berkaitan dengan fenomena body shaming dan standar kecantikan. Film Imperfect dipilih sebagai objek penelitian karena memuat berbagai dialog yang mengandung gaya bahasa ironi sebagai sarana kritik sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Data penelitian berupa dialog yang mengandung gaya bahasa ironi dalam film Imperfect karya Ernest Prakasa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 100 data gaya bahasa ironi yang terdiri atas ironi verbal, ironi situasional, dan ironi dramatis. Berdasarkan analisis makna, ditemukan 42 data yang mengandung makna estetis dan 58 data yang mengandung makna evaluatif. Makna evaluatif menjadi yang paling dominan karena ironi dalam film digunakan sebagai sarana kritik terhadap praktik body shaming dan standar kecantikan yang berkembang di masyarakat. Dengan demikian, gaya bahasa ironi dalam film Imperfect tidak hanya berfungsi sebagai unsur estetika bahasa, tetapi juga sebagai media kritik sosial.
Kata Kunci: Film, Imperfect, Ironi, Gaya Bahasa
References
Al-Ma’ruf, A. I., & Nugrahani, F. (2017). Pengkajian Sastra: Teori dan Aplikasi. Surakarta: CV. Dwi Jaya Mandiri.
Avianti, R. (2021). Stilistika dan Kajian Gaya Bahasa. Jakarta: Prenadamedia Group.
Budi, A. (2023). “Gaya Bahasa Sindiran di Media Sosial: Analisis Penggunaan Ironi, Sinisme, dan Sarkasme.” Jurnal Bahasa dan Wacana, 12(1), 10–20.
Cahyani, M., Ariansyah, R., & Abimubarok, A. (2022). “Gaya Bahasa Ironi pada Stand Up Comedy Mamat Alkatiri.” Jurnal Bahastra, 41(2), 115–124.
Gustari, P., & Hamidah, N. (2023). “Gaya Bahasa Sindiran dalam Media Digital.” Jurnal Kajian Bahasa, 12(1), 33–45.
Heriansyah, T., Saksabila, A., & Firmansyah, D. (2024). “Prinsip Ironi dan Kelakar dalam Film Imperfect.” Jurnal Wacana Indonesia, 7(1), 55–68.
Keraf, G. (2010). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Krishnapatria, K. (2021). “Irony as a Satire Figure in Film Narrative.” Journal of Language and Arts, 9(2), 65–72.
Mardiatussaadah, N. (2024). “Ironi, Sinisme, dan Sarkasme pada Kolom Komentar Akun Instagram @mgdalenaf.” Jurnal Kajian Bahasa, 7(3), 336–350.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyanto, D. (2023). “Fungsi Gaya Bahasa Ironi dalam Program Komedi Televisi.” Jurnal Sastra dan Media, 4(2), 100–112.
Prakasa, E. (Sutradara). (2019). Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan [Film]. Jakarta: Starvision Plus.
Ratna, N. K. (2013). Stilistika: Kajian Puitika Bahasa, Sastra, dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Tarigan, H. G. (2021). Pengajaran Gaya Bahasa. Bandung: Angkasa.
Waridah, M. (2021). Tata Bahasa Praktis Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
Widyaningrum, E. (2023). “Ironi dalam Acara Komedi TV: Humor dan Kritik Sosial.” Jurnal Komunikasi dan Budaya, 11(1), 40–50.
Yule, G. (2006). Pragmatik (Terj. Indah Fajar Wahyuni). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Delya Aprilina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

