Diplomasi Publik melalui Bahasa Berita: Analisis Wacana Kritis Model Ruth Wodak terhadap Strategi Diskursif CNN Arabic dalam Memberitakan Demonstrasi “No Kings” bagi Audiens Arab
DOI:
https://doi.org/10.31539/g4dssy07Abstract
Bahasa berita yang diproduksi media internasional tidak pernah berdiri di luar relasi kekuasaan dan kepentingan, sehingga setiap pilihan diksi berpotensi menjadi instrumen pembentukan persepsi publik lintas negara. Studi terhadap media berbahasa Arab afiliasi Barat dalam membingkai dinamika politik domestik Amerika masih terbatas, terlebih dari sudut pandang diplomasi publik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi diskursif yang dominan dalam pemberitaan CNN Arabic tentang demonstrasi "No Kings" sekaligus menjelaskan bagaimana strategi tersebut bekerja sebagai praktik diplomasi publik termediasi yang membentuk persepsi audiens Arab terhadap demokrasi Amerika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka Analisis Wacana Kritis model Ruth Wodak atau Discourse-Historical Approach (DHA). Data berupa 22 teks berita CNN Arabic periode Mei 2025 hingga Maret 2026 dikumpulkan melalui metode simak teknik catat dan dianalisis berdasarkan lima strategi diskursif Wodak dengan triangulasi konteks empat level. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi argumentasi berbasis topos of numbers dan topos of authority menjadi strategi dominan, didukung perspektivasi yang memperluas ruang suara demonstran serta intensifikasi visual dan numerik. Kombinasi strategi tersebut mengonstruksi citra demonstrasi sebagai gerakan rakyat yang masif, beragam, damai, dan legitim, sementara pemerintahan Trump dicitrakan defensif dan kehilangan kontrol naratif. Penelitian menyimpulkan bahwa bahasa berita CNN Arabic berfungsi sebagai saluran diplomasi publik termediasi yang menampilkan demokrasi Amerika sebagai sistem yang mampu mengoreksi dirinya sendiri, sembari menjaga kepekaan kultural audiens Arab.
Kata Kunci: Analisis Wacana Kritis, Bahasa Berita, Diplomasi Publik
References
Berger, P. L. ., & Luckmann, Thomas. (1966). The social construction of reality : a treatise in the sociology of knowledge. Anchor Books.
Cull, N. J. (2008). Public Diplomacy: Taxonomies and Histories. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science, 616(1), 31–54. https://doi.org/10.1177/0002716207311952
Entman, R. M. (2008). Theorizing Mediated Public Diplomacy: The U.S. Case. The International Journal of Press/Politics, 13(2), 87–102. https://doi.org/10.1177/1940161208314657
Eriyanto. (2001). Jurnalistik radio : menata profesionalisme reporter dan penyiar. LKiS.
Fairclough, N. (1995). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language. London: Longman.
Fitriyani, K., & Mukhlish, M. (2021). Kalimat Imperatif dalam Teks Prosedur. Deiksis, 13(3), 241. https://doi.org/10.30998/deiksis.v13i3.7024
Gilboa, E. (2008). Searching for a Theory of Public Diplomacy. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science, 616(1), 55–77. https://doi.org/10.1177/0002716207312142
Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. Sage Publications Ltd.
Hamzah, N. A., & Firmonasari, A. (2025). Analysis of Al-Jazeera Arabic and CNN International. Proceedings of the 8th International Conference on Language, Literature, Culture, and Education (ICOLLITE 2024), 224.
Latifah, R. N., Mahirsah, M. K., Pranata, D. A. P., & Syukri, H. (2025). Representasi Kekuasaan dalam Teks Supersemar: Kajian Analisis Wacana Kritis Ruth Wodak. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(4), 3041–3050. https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4004
Melissen, J. (2005). The New Public Diplomacy (J. Melissen, Ed.). Palgrave Macmillan UK. https://doi.org/10.1057/9780230554931
Naufal, D., Nurhadi, J., & Anshori, D. (2021). “Kadrun”, Kpk, dan Buzzer di Lingkungan Tempo: Analisis Wacana Kritis Ruth Wodak. Jurnal Pena Indonesia, 7(1).
Nye, J. S. (2008). Public Diplomacy and Soft Power. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science, 616(1), 94–109. https://doi.org/10.1177/0002716207311699
Rahma, N., Mahmudah, M., Sultan, S., Amir, J., & Saleh, M. (2025). Ideologi dalam Konten Tiktok Gen Z (@ Rianfahardhi): Tinjauan Analisis Wacana Kritis Ruth Wodak. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 10(1), 825–829.
Rahmani, N., Cahya, A., Sukma Febri Sianturi, Tasya Aulia Rusdi, Wincent Danuarta Damanik, Zahira Nazwa, & Ita Khairani. (2026). Konstruksi Krisis dan Interdiskursivitas Geopolitik: Analisis Discourse-Historical Approach (DHA) terhadap Narasi Pelemahan Rupiah Rp 17.000. Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pendidikan, 8(2), 292–304. https://doi.org/10.29303/kopula.v8i2.9897
Reisigl, M., & Wodak, R. (2009). The Discourse-Historical Approach (DHA). In R. Wodak & M. Meyer (Eds.), Methods of Critical Discourse Analysis (pp. 87–121). Sage.
Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa: Pengantar penelitian wahanakebudayaan secara linguistis. Sanata Dharma University Press.
Sugarda, K. N., Lukman, F., & Nugraha, T. C. (2025). How CNN Arabic Retains Power in its’ Gaza Solidarity Encampment’Coverage: A Social Actors Approach. Khazanah Sosial, 7(2), 350–370.
Wodak, R. (2001). The discourse-historical approach. Methods of Critical Discourse Analysis, 1, 63–94.
Wodak, R., & Meyer, M. (2016). The discourse-historical approach (DHA). Dalam R. Wodak & M. Meyer (Eds.), Methods of critical discourse studies (Edisi ke-3, hlm. 23–61). SAGE Publications Ltd. https://doi.org/10.4135/9781036235192
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Moh Zidan Raffi Sayyidinna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

