Penanda Kesantunan Berbahasa Pelaku Wisata: Kajian Sosiopragmatik

  • Elza Leyli Lisnora Saragih Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Maya Lestari Sirait elzalisnora@gmail.com

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai penanda kesantunan para pelaku wisata di Kota Parapat, Danau Toba. Kondisi masyarakat multietnis secara tidak langsung mempengaruhi model bahasa para pelaku wisata  di daerah ini seperti  resepsionis, pemandu wisata, penjual souvenir, pegawai hotel, petugas pelabuhan, pedagang dan penyedia jasa lainnya. Untuk itu, kajian sosiopragmatik dengan pendekatan lintas budaya sangat tepat digunakan. Penelitian ini berbentuk kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, catatan lapangan, simak dan rekam, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan para pelaku layanan wisata menggunakan berbagai penanda kesantunan berbahasa yang  dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti situasi keformalan, upaya menjaga perasaan pengunjung, membujuk, menjaga kesantunan serta keuntungan finansial. Tidak  jarang pelaku layanan wisata juga menggunakan sapaan kedaerahan makna kiasan dan martarombo sebagai upaya menunjukkan kesantunan. Jadi, pelaku wisata di kota Parapat menggunakan berbagai penanda kesantunan verbal dan non-verbal dalam register pelayanan pariwisata untuk melayani wisatawan.

Kata Kunci: Kesantunan Berbahasa, Layanan Wisata, Lintas Budaya

References

Brown, P. (2015). Politeness and Language. In International Encyclopedia of the Social & Behavioral Sciences: (2nd ed.). (pp. 326–330). Elsevier Inc. https://doi.org/10.1016/B978-0-08-097086-8.53072-4

Brunet, P. M., Cowie, R., Donnan, H., & Douglas-Cowie, E. (2012). Politeness and social signals. In Cognitive Processing 13(2). Springer Verlag. https://doi.org/10.1007/s10339-011-0418-8

Culpeper, J., & Terkourafi, M. (2017). Pragmatic approaches (im)politeness. In The Palgrave Handbook of Linguistic (Im)politeness (pp. 11–39). Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1057/978-1-137-37508-7_2

Guirdham, M. (1999). Communicating Across Cultures. In Communicating Across Cultures. Macmillan Education UK. https://doi.org/10.1007/978-1-349-27462-8

Halliday, M. A. K. & Hasan, R. (1989). Language, context, and text: Aspects of language in a social-semiotic perspective. Oxford University Press.

Haugh, M., & Kádár, D. Z. (2017). Intercultural (im)politeness. In The Palgrave Handbook of Linguistic (Im)politeness (pp. 601–632). Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1057/978-1-137-37508-7_23

Husda, A., Leyli, E., & Saragih, L. (n.d.). Taboo words in hate speech through Social Media.

Kádár, D. Z., & House, J. (2021). “Politeness Markers” Revisited - A Contrastive Pragmatic Perspective. In Journal of Politeness Research (Vol. 17, Issue 1, pp. 79–109). De Gruyter Open Ltd. https://doi.org/10.1515/pr-2020-0029

Kaharuddin, Napitupulu, J., Juliana, Pramono, R., & Saragih, E. L. L. (2021). Determinants of tourist attraction of the heritage tourism doi: Https://doi.org/10.14505/jemt.v8.3(19).01. Journal of Environmental Management and Tourism, 12(2). https://doi.org/10.14505//jemt.12.2(50).19

Lakoff, R. (1990). Talking Power: The Politics of Language in Our Lives. Harper Row Publisher.

Mahulae, P. J. M. (2019). Deskripsi Permasalahan Upaya Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Danau Toba Sumatera Utara. Jurnal Inovasi, 16(1), 11–20.

Mansor, N., Yusniza, A. &, & Abstrak, Y. (n.d.). Political Managements and Policies in Malaysia Kesantunan Bahasa Dalam Kalangan Pelajar IPT: Satu Kajian Perbandingan Etnik.

Purnomo, B. (2012). Pengaruh Ketidaksantunan Berbahasa Pelaku. Prosiding Seminar Nasional “Ketidaksantunan Berbahasa Dan Dampaknya Dalam Pembentukan Karakter,” 1, 105–114.

R, S. J. (1979). Expression and Meaning: Studies in The Theory of Speech Act. Cambridge University Press.

Riana, R., Setiadi, S., & Pratamanti, D. (2016). Kesantunan berbahasa sebagai sebuah Strategi untuk mempersuasikan promosi sekolah tinggi ilmu ekonomi pariwisata indonesia (stiepari) semarang. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 18 (2).

Spencer O. H. J. (2003). Explaining Cross-Cultural Pragmatic Findings: Moving from Politeness Maxims to Sociopragmatic Interactional Principles (SIPs). Journal of Pragmatic, 35 (10), 1633–1650.

Susanthi, I. G. A. A. D, & Warmadewi, A. A. I. M. (2020). Kesantunan dalam percakapan pemandu wisata di Ubud Bali. KULTURISTIK: Jurnal Bahasa Dan Budaya, 4(1), 22. https://doi.org/10.22225/kulturistik.4.1.1557
Published
2022-12-28
How to Cite
Lisnora Saragih, E., & Sirait, M. (2022). Penanda Kesantunan Berbahasa Pelaku Wisata: Kajian Sosiopragmatik. Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra Dan Pengajaran), 6(1), 146-163. https://doi.org/https://doi.org/10.31539/kibasp.v6i1.4804
Abstract viewed = 0 times
pdf downloaded = 0 times