Daya Dukung dan Jasa Lingkungan Taman Keragaman Hayati dalam Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Serta Rosot Karbon

Authors

  • A Hadian Pratama Hamzah Universitas Terbuka
  • Nurhasanah Nurhasanah Universitas Terbuka
  • Cicik Suriani Universitas Negeri Medan
  • Sohifah Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

DOI:

https://doi.org/10.31539/ebr6r914

Abstract

This study aimed to assess carbon stock potential and carbon sequestration as part of environmental services contributing to carbon emission reduction in Kiarapayung Biodiversity Park. The method applied was a Permanent Sample Plot (PSP) design modified from and integrating the Indonesian National Standard (SNI) 7724:2011 and the Rapid Carbon Stock Appraisal (RaCSA) method developed by ICRAF Southeast Asia. Measurements and calculations were conducted on five carbon pools using a combined approach, consisting of a census-based method for aboveground biomass assessment and a sampling-based method for the remaining four carbon pools. The results indicate that the average carbon potential in Kiarapayung Biodiversity Park was 68.18 ton ha⁻¹, equivalent to 250.22 ton CO₂e ha⁻¹. Block 6 recorded the highest carbon stock at 157.02 ton ha⁻¹ (576.25 ton CO₂e ha⁻¹), followed by Block 7 and Block 2 with carbon stocks of 77.23 ton ha⁻¹ (283.43 ton CO₂e ha⁻¹) and 60.74 ton ha⁻¹ (222.92 ton CO₂e ha⁻¹), respectively. Lower carbon potentials were observed in Blocks 8, 3, 5, and 1, ranging from 55.47 to 43.75 ton ha⁻¹ or equivalent to 203.59–222.92 ton CO₂e ha⁻¹. Blocks 1 and 5 exhibited the lowest carbon potentials, amounting to 41.84 and 34.97 ton ha⁻¹ or equivalent to 128.33 and 153.56 ton CO₂e ha⁻¹, respectively. In conclusion, Kiarapayung Biodiversity Park serves not only as a conservation area but also has considerable potential to be developed as a forest- and carbon-based ecotourism and edutourism site. Such development may be supported through digital carbon data utilization using QR codes, appropriate species selection, educational games and quizzes related to carbon data, integration of carbon economic value into environmental service payment mechanisms, and the establishment of a living laboratory focused on carbon research.

Keywords: Greenhouse Gas Emissions, Environmental Services, Carbon, Conservation, Biodiversity Park

References

Akbarini, D., Iskandar, J., Purwanto, B. H., & Husodo, T. (2019). Taman Keanekaragaman Hayati Hutan Pelawan sebagai media pendidikan keanekaragaman hayati lokal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Biodiversity Park in the Pelawan Forest as a Local Biodiversity Education Media in the Bangka Belitung Archipelago Province). Proceeding Biology Education Conference, 16(July), 210–218.

Enny Insusanty, & Dian Gustika, E. S. (2019). Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan, 14(1), 124–132. https://doi.org/10.31849/forestra.v19i2.17830

Faida, L. R. W. (2019). Risiko kepunahan keanekaragaman hayati di Taman Nasional Gunung Merapi: Tinjauan spasial. Sustainability (Switzerland), 11(1), 1–14. http://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005

Farrah, F., & Bima Satria, M. (2023). Kebijakan pengelola dalam menjaga kelestarian alam di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jurnal Minfo Polgan, 12(2), 2319–2325. https://doi.org/10.33395/jmp.v12i2.13250

Gunawan, H. (2015). Pelestarian keanekaragaman hayati ex situ melalui pembangunan Taman Kehati oleh sektor swasta: Lesson learned dari Group Aqua Danone Indonesia. PSNMBI, 1, 565–573. https://doi.org/10.13057/psnmbi/m010332

Herfady Raiza Tifarani. (2023). Tinjauan yuridis pemeliharaan Taman Keanekaragaman Hayati di kawasan industri KIIC sebagai bagian dari konsep pembangunan berkelanjutan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Karawang Nomor: 188/Kep.370-Huk/2014 tentang Taman Keanekaragaman Hayati Telaga De. 11(01), 152–173.

Hitei, M., Purba, T., Intan, K., Purba, S., Susilo, A., Siahaan, M. E., Febriyanto, E., & Aprilianto, N. A. (2024). Identifikasi dan pengayaan jenis tanaman di Taman Keanekaragaman Hayati Kota Pematangsiantar. 4, 134–142.

Indra, G., Hidayat, F., Zulmardi, Z., Subrata, E., Herry, H., & Ihsan, I. (2023). Dampak keberadaan Taman Keanekaragaman Hayati PT. Tirta Investama Aqua Solok. Menara Ilmu, 17(2), 32–40. https://doi.org/10.31869/mi.v17i2.4275

Irsyam, A. S. D., Raihandhany, R., Hariri, M. R., & Irwanto, R. R. (2021). Araceae of ITB Jatinangor Campus, Sumedang, West Java. Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH), 8(2), 38–52. https://doi.org/10.23960/jbekh.v8i2.198

Kuspriyanto. (2015). Upaya konservasi keanekaragaman hayati di kawasan lindung Indonesia. Metafora: Education, Social Sciences and Humanities Journal, 1(4), 134–142.

Nur Rahmasari, S., & Yulastri, W. (2020). Inventarisasi keanekaragaman hayati sebagai modal pengelolaan wisata dan pemberdayaan masyarakat di Wana Wisata Gunung Puntang. Jurnal CARE, 5(1), 13–21. https://journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare/article/view/32631

Nurhidayati, D., Iqbal, A., & Abrar, R. (2022). Strategi pengembangan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) lahan eks TPA menjadi pariwisata hijau melalui pendekatan perencanaan partisipatif. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(4), 850–855. https://doi.org/10.14710/jil.20.4.850-855

Setiadi, A., Adieb Pritanto, A., Sri, B., Alhumaira, F., Khasanah, S. N., Officer, S., Cid, C., & Z., 13. (2023). Konservasi keanekaragaman hayati endemik melalui ecology, socio-economic, dan socio-cultural approach (studi pada Taman Kehati Kokolomboi, Sulawesi Tengah). 4(1), 244–254.

Siahaan, S., Afriyanto, A., & Wulandari, R. S. (2022). Penilaian daya tarik wisata Taman Keanekaragaman Hayati Kelurahan Bunut, Kabupaten Sanggau. Jurnal Hutan Lestari, 10(2), 462. https://doi.org/10.26418/jhl.v10i2.50398

Suwarso, E., Paulus, D. R., & Miftachurahma, W. (2019). Kajian database keanekaragaman hayati Kota Semarang. Jurnal Riptek, 13(1), 79–91.

Downloads

Published

2025-12-27